Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz dilaporkan akan turun tahta pekan depan. Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang juga Ketua Komite Anti-Korupsi disebut-sebut akan menggantikan ayahnya memimpin negara berbasis kerajaan itu.
Stasiun televisi berita Iran, PressTV, melaporkan Raja Salman bakal membuat pengumuman turun tahta sekitar dua malam ke depan. Informasi itu didapat dari laman media dan analisis dunia Arab, Rai al-Youm.
Sebelumnya pada Rabu, stasiun televisi berita Alarabiya mengunggah link berita terkait kabar turun tahtanya Raja Salman di Twitter. Tetapi, unggahan tersebut kemudian dihapus.
Kabar ini belum dapat terkonfirmasi. Pihak Istana di Riyadh belum memberikan pernyataan secara resmi terkait isu ini.
Sejak memimpin Saudi pada 2015 lalu menggantikan Raja Abdullah, Raja Salman melakukan reformasi besar-besaran. Bahkan karena langkahnya yang begitu cepat, Raja Salman dikabarkan menghadapi sejumlah teror.
Salah satunya adalah teror penculikan. Isu ini beredar beberapa hari setelah Raja Salman memecat keponakannya, Pangeran Mohammad bin Nayef dari jabatan Wakil Putra Mahkota.
Dibantah Kerajaan
Kabar turun tahtanya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz dibantah oleh pejabat kerajaan. Raja Salman bahkan disebut tidak akan membuat keputusan besar terkait kedudukannya dalam waktu dekat.
"Tidak ada kemungkinan apapun yang akan dilakukan Raja," ujar salah satu pejabat yang tidak bersedia disebut namanya.
Pejabat tersebut mengatakan biasanya raja-raja Saudi tetap memerintah meski dalam kondisi kesehatan yang buruk. Turun tahta hanya dilakukan Raja Saud bin Abdulaziz pada pertengahan 1960 dan menyerahkan tahta kepada saudaranya, Pangeran Faisal.
Pejabat itu juga menyebutkan Raja Salman menikmati kondisi fisik dan jiwa yang sempurna. Sehingga, sangat tidak mungkin jika Raja Salman turun tahta.
(ism, Sumber: sputniknews.com, voanews.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?