Erdogan Pertaruhkan Jabatan Jika Rusia Bisa Buktikan Tuduhan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Desember 2015 10:15
Erdogan Pertaruhkan Jabatan Jika Rusia Bisa Buktikan Tuduhan
Rusia menyebut Turki menjadi salah satu negara yang memanfaatkan minyak dari ISIS.

Dream - Presiden Turki Recep Tayib Erdogan membantah tuduhan Rusia yang menyebut negaranya memanfaatkan minyak dari kelompok ISIS. Dia menyebut tudingan itu merupakan fitnah.

Erdogan justru balik menantang Putin membuktikan tuduhan itu. Sebagai taruhannya, Erdogan berjanji akan mundur dari posisinya sebagai kepala negara jika tudingan tersebut terbukti.

Pernyataan tersebut dia sampaikan saat mengisi kuliah umum di sebuah universitas di ibukota Qatar. Dia pun menyatakan tidak ingin hubungan Turki dengan Rusia ke depan menjadi rusak.

Rusia menuduh Erdogan dan keluarganya terlibat perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Tuduhan itu membuat hubungan Turki dan Rusia yang tegang semakin memanas usai insiden penembakan pesawat beberapa pekan lalu.

Tuduhan keterlibatan itu datang dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Lavrov menyebut perdagangan minyak ilegal itu melibatkan orang kuat Turki secara langsung. Usai tuduhan ini, Kremlin menyatakan menolak untuk menghentikan embargo ekonomi Rusia kepada Turki.

" Konsumen utama minyak yang dicuri dari pemilik sahnya di Suriah dan Irak adalah Turki," kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov.

" Berdasarkan informasi yang didapat, pemegang kekuasaan politik tertinggi negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat dalam bisnis kriminal itu," lanjut dia.

Antonov menekankan salah satu indikasi tersebut dapat ditangkap dari penunjukkan menantu Erdogan, Berat Albayrak sebagai Menteri Energi. Selain itu, anak Erdogan juga disebut menjalankan salah satu perusahaan negara di bidang energi.

" Ini bisnis keluarga yang sangat fantastis," kata dia, sembari mengklaim ISIS mendapat lebih dari 2 miliar dolar setiap tahun dari bisnis minyak ilegal ini.

Pejabat Rusia itu menguatkan tuduhannya dengan menunjukkan gambar yang diambil menggunakan satelit, yang merekam sebuah truk tangker keluar dari instalasi minyak dikuasai ISIS, kemudian melintasi perbatasan Turki.

Sementara Turki dan Rusia terus berselisih, jenasah pilot Letnan Kolonel Oleg Peshkov yang tewas ditembak pemberontak Suriah telah dimakamkan di kota kelahirannya berjarak 360 kilometer di selatan Moskow.

Media lokal melaporkan iring-iringan pelayat mengantar jenazah pilot Su-24 itu ke peristirahatan terakhir. Jenazah Oleg telah dibawa kembali ke Rusia setelah dijemput di perbatasan Turki-Suriah.

Sumber: arabnews.com

Beri Komentar