Sosok Farah `Gadis Cantik dalam Kardus` versi Outsourcing

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 14 Juli 2016 15:50
Sosok Farah `Gadis Cantik dalam Kardus` versi Outsourcing
Ternyata Farah hanya bekerja sebagai pegawai alih daya, outsourcing di bank swasta nasional.

Dream - Perempuan yang dibunuh pengusaha, Farah Nikmah Ridallah ternyata berstatus tenaga kerja alih daya (outsourcing). Dia dipekerjakan bank dari dari perusahaan penyalur karyawan, PT Kelola Karya Bersama.

Corporat Secretary PT Kelola Karya Bersama Gita Amelia membenarkan status Farah tersebut.

" Dia (Farah) joint pada bulan Maret 2014. Langsung dimasukin ke Bank Bukopin," kata Gita di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Juli 2016.

Gita mengatakan Farah disalurkan ke Bank Bukopin sebagai resepsionis. Selama di bank tersebut, Farah bekerja dengan durasi kontrak satu setengah tahun.

Selama masa kontrak tersebut, Farah harus menjalani evaluasi kinerja di tahun pertama bekerja.

" Satu tahun evaluasi kinerja. Setelah itu dilanjutkan ke kontrak," ucap dia.

Gita mengatakan saat evaluasi pada Maret lalu, Farah mendapat nilai baik. Gita mengaku dia tak pernah mendapat keluhan dari lingkungan tempat Farah bekerja.

" Di luar dari pekerjaan bukan tanggung jawab kami. Di dalam pekerjaan, dia punya kinerja yang baik dan kami tidak pernah mendapat komplain. Dia memiliki kredibilitas yang baik," kata dia.

PT Karya Kelola Bersama merupakan penyalur tenaga kerja di anak perusahaan Bank Bukopin. Saat ini, perusahaan tersebut mengelola sekitar 50 tenaga kerja alih daya.

1 dari 4 halaman

Keinginan dan Pesan Terakhir Farah Sebelum Dibunuh

Dream - Farah Nikmah Ridhallah (23), korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di kolong Tol Pantai Indah Kapuk, dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam. Di balik sikapnya itu, Farah sangat ingin membahagiakan keluarganya.

Paman Farah, Abdul Latief, mengungkapkan, rencana Farah memberangkatkan umroh sang ibu. Anak kedua dari empat bersaudara itu juga meminta sang adik untuk pesantren.

Namun rencana mulia itu pupus. Farah yang merupakan seorang karyawati di Bank tewas dengan cara mengenaskan di tangan seseorang pria bernama Soepargo dan telah memiliki dua orang anak.

Dia rela diajak berkencan dengan pria berusia 41 tahun setelah sepakat dibayar Rp 4 juta untuk berhubungan intim semalam di apartemennya di kawasan Ancol.

Farah tampaknya memikul beban berat bagi keluarnganya. Karirnya...

2 dari 4 halaman

Di Balik Sosok Pendiam Farah, Ternyata...

Sebagai resepsionis di Bank Bukopin, Farah bukanlah sebagai karyawan tetap.

Bank Bukopin dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, Farah adalah pegawai outsourcing yang dipekerjakan sebagai resepsionis di salah satu kantor Bukopin.

" Korban adalah salah karyawati pada salah satu perusahaan alih daya yang ditugaskan sebagai resepsionis pada satu kantor Bank Bukopin di kawasan Tangerang Selatan," demikian pernyataan tertulis perusahaan yang diwakili oleh Sekretaris Perusahaan Bukopin Tantri Wulandari.

3 dari 4 halaman

Perkataan Ini Bikin Farah Dibunuh

Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona menjelaskan, insiden pembunuhan itu berawal saat pelaku menghubungi korban melalui telepon dan whatsapp pada Jumat 8 Juli sekira pukul 19.00 WIB. Kemudian korban tiba di apartemen dan bersama pelaku mengobrol di loby.

Selanjutnya pelaku dan korban naik ke kamar tersangka dan melakukan hubungan intim sekira pukul 21.00 WIB. Pelaku membayar uang imbalan sebesar Rp 4 juta. Mereka berhubungan sampai Sabtu pagi.

Keesokan harinya, pelaku dan korban makan siang di lantai 2. Kemudian pelaku Calvin mengajak korban untuk kembali berhubungan badan. Namun korban menolak ajakan tersebut.

" Atas perkataan korban itu, pelaku kecewa dan marah sehingga pelaku memukul korban di bagian kepala belakang dan korban terjatuh lalu dicekik sampai korban meninggal dunia," kata Kapolres.

4 dari 4 halaman

Detik-detik Farah Dibunuh

Setelah korban meninggal, korban dimasukkan ke box plastik beralaskan sprei bermotif kotak-kotak berwarna pink, kemudian diberi kapur barus dan dilakban rapi dan diikat oleh tali plastik berwarna biru.

" Untuk melakukan pembuangan korban membawa box berisi mayat menggunakan troli dari apartemen pada pukul 20.00 WIB dan turun ke basement lalu memasukkan ke mobil rental jenis suzuki ertiga dan kemudian pelaku membuangnya di kolong tol Pantai Indah Kapuk," tambahnya.

Aparat kepolisian turut menyita barang bukti berupa sisa tali rafia warna biru, sisa lakban warna putih, CCTV apartemen, handphone pelaku, dan tongkat kayu.

Atas perbuatan itu, pelaku dapat dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun

Beri Komentar