Ini Fatwa MUI Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Mei 2020 10:37
Ini Fatwa MUI Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah
Sholat Idul Fitri bisa dijalankan di rumah baik dengan jemaah maupun sendiri.

Dream - Majelis Ulama Indonesia menerbitkan fatwa terbaru, terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona.

Hal itu tertuang dalam fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi.

Fatwa ditandatangani Ketua dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF dan Asrorun Ni'am Sholeh tersebut terbit pada 20 Ramadhan 1441 H atau 13 Mei 2020. Ada beberapa ketentuan yang termuat dalam fatwa tersebut.

Beberapa ketentuan itu di antaranya mengenai pelaksanaan Sholat Idul Fitri di kawasan Covid-19, tata cara Sholat Id berjemaah, khutbah Idul Fitri, tata cara Sholat Id di rumah, panduan takbir, serta amalan sunah.

Berikut ini isi dari fatwa MUI tersebut secara rinci.

KETENTUAN DAN PANDUAN HUKUM

I. Ketentuan Hukum

1. Sholat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi'ar keagamaan (syi'ar min sya'air al Islam).

2. Sholat Idul Fitri disunahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

3. Sholat Idul Fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di tanah lapang, masjid, musholla dan tempat lainnya.

4. Sholat Idul Fitri berjemaah boleh dilaksanakan di rumah.

5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.

 

1 dari 6 halaman

II. Ketentuan Pelaksanaan Idul Fitri di Kawasan Covid-19

1. Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka sholat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang, masjid, musholla, atau tempat lain.

2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang), sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/masjid/musholla/tempat lain.

3. Sholat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika dia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

4. Pelaksanaan sholat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

 

2 dari 6 halaman

III. Panduan Kaifiat Sholat Idul Fitri berjemaah

Kaifiat sholat Idul Fitri secara berjemaah adalah sebagai berikut:

1. Sebelum sholat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Sholat dimulai dengan menyeru " ash-sholata jami'ah" , tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi;

Usholli sunnata li'idil fithri rak'ataini (makmuman/imaman) lillahi ta'ala.

" Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."

4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.

6. Membaca surah Al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.

8. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al Fatihah, disunahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.

9. Membaca Surah Al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

10. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.

11. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

 

3 dari 6 halaman

IV. Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri

1. Khutbah 'Id hukumnya sunah yang merupakan kesempurnaan sholat Idul Fitri.

2. Khutbah 'Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca " Alhamdulillah" .

c. Membaca shalawat Nabi SAW., antara lain dengan membaca " Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad" .

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Membaca ayat Al-Qur’an

5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca " Alhamdulillah" .

c. Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca " Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad" .

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Mendoakan kaum muslimin

 

4 dari 6 halaman

V. Ketentuan Sholat Idul Fitri di Rumah

1. Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjemaah dan dapat dilakukan secara sendiri.

2. Jika sholat Idul fitri dilaksanakan secara berjemaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jemaah yang sholat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

b. Kaifiat sholatnya mengikuti ketentuan angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjemaah) dalam fatwa ini.

c. Usai sholat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.

d. Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan sholat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka sholat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khutbah.

3. Jika sholat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat niat shalat Idul Fitri secara sendiri.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III ( Panduan Kaifiat Sholat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.

d. Tidak ada khutbah.

 

5 dari 6 halaman

VI. Panduan Takbir Idul Fitri

1. Setiap muslim dalam kondisi apapun disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.

2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir Ramadhan hingga jelang dilaksanakannya sholat Idul Fitri.

3. Disunahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.

4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).

5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jemaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.

6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

 

6 dari 6 halaman

VII. Amaliah Sunah Idul Fitri

Pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut:

1. Mandi dan memotong kuku

2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian

3. Makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri

4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.

5. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang

6. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan " Taqobbalallahu minna wa minkum."

Beri Komentar