Garuda Indonesia Pastikan Tak Lintasi Selat Hormuz

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 Juni 2019 12:36
Garuda Indonesia Pastikan Tak Lintasi Selat Hormuz
FAA menerapkan larangan terbang di kawasan udara Selat Hormuz menyusul keteganan antara AS dengan Iran.

Dream - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menetapkan larangan penerbangan di kawasan udara Selat Hormuz. Larangan ini ditetapkan menyusul menegangnya hubungan antara AS dengan Iran.

Larangan ini berpengaruh terhadap penerbangan sipil dari dan menuju Eropa serta Timur Tengah. Sejumlah maskapai terpaksa mengambil rute lain.

Terkait larangan tersebut, Garuda Indonesia memastikan penerbangan maskapai pelat merah itu menuju Eropa dan Timur Tengah tidak melintasi Selat Hormuz.

" Dapat kami pastikan jalur udara untuk rute penerbangan Eropa dan Timur Tengah yang dilayani Garuda Indonesia tidak melewati kawasan udara tersebut," ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, melalui keterangan tertulis, Selasa 25 Juni 2019.

 

1 dari 6 halaman

Layanan Garuda Indonesia Normal

Ikhsan melanjutkan penerapan larangan terbang tersebut tidak berdampak bagi Garuda Indonesia.

" Seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute Eropa dan Timur Tengah tetap berlangsung normal seperti biasa," kata dia.

Namun demikian, Ikhsan menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi yang terjadi di Timur Tengah. Ini untuk memastikan kawasan udara di sana, terutama di Selat Hormuz dan sekitarnya benar-benar aman.

" Serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety dan security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga," terang dia.

 

2 dari 6 halaman

Ketegangan AS-Iran

Hubungan AS dengan Iran kembali memanas dalam beberapa hari belakangan dan hampir terlibat peperangan. Pemicunya, pesawat nirawak atau drone milik AS ditembak jatuh oleh Iran.

Otoritas Iran mengklaim drone AS masuk ke wilayah udaranya. Drone tersebut hancur dan puing-puingnya ditemukan di perairan.

AS sempat akan melancarkan serangan udara untuk membalas tindakan Iran. Tetapi, Presiden Donald Trump membatalkan rencana tersebut dalam waktu 10 menit sebelum dijalankan dengan pertimbangan akan ada 150 nyawa melayang.

Dampak serangan yang akan terjadi dinilai tidak sebanding dengan rusaknya satu drone milik AS. 

3 dari 6 halaman

Israel Ubah Nama Dataran Tinggi Golan Jadi Trump Heights

Dream - Israel mengubah nama kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dengan 'Trump Heights'.

Nama baru ini diresmikan sendiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam seremonial perayaan, yang digelar di daerah yang diserobot Israel secara ilegal pada Minggu 16 Juni 2019 waktu setempat.

" Dataran Tinggi Golan adalah dan selalu akan menjadi bagian tak terpisahkan dari negara dan tanah air kita," ujar Netanyahu dalam pidatonya seperti dilaporan Al Jazeera.

Penyematan nama baru ini diklaim sebagai bentuk penghargaan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

Netanyahu menyebut Trump sebagai teman baik Israel dan menyatakan Dataran Tinggi Golan di utara Israel sebagai aset penting dan strategis.

Kawasan pendudukan yang akan bernama 'Ramat Trump', bahasa Ibrani untuk 'Trump Heights', bukanlah baru. Kawasan yang saat ini dikenal dengan Bruchim ini memiliki populasi sekitar 10 orang dalam 30 tahun terakhir.

Di hari yang sama, Trump menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Netanyahu. Ucapan tersebut dituangkan dalam cuitan di akun Twitternya.

" Terima kasih PM @netanyahu dan Negara Israel atas penghargaan besar ini!" cuit Trump.

Trump juga menganggap pemberian nama tersebut sebagai kado ulang tahun terindahnya. Pemilik Trump Tower ini merayakan ulang tahunnya pada Jumat pekan lalu.

" Saya tidak memikirkan hadiah ulang tahun yang lebih tepat dan lebih indah,"  cuit Trump.

4 dari 6 halaman

Dicaplok dari Suriah

Israel berharap kawasan yang baru berganti nama ini segera menampung gelombang penduduk.

Negara berbendera Bintang David ini merebut Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan mencaploknya pada 1981.

Masyarakat internasional mengecam langkah pendudukan yang dijalankan Israel. Mereka menyatakan langkah itu ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Selama kunjungan Netanyahu ke Washington pada Maret lalu, hanya sepekan sebelum pemilihan umum Israel, Trump mengubah drastis kebijakan AS.

Dia menandatangani perintah eksekutif, yang secara resmi mengaku Dataran Tinggi Golan merupakan teritorial Israel.

Keputusan itu mendapat sambutan yang sangat luas di Israel. Dubes AS untuk Israel, David Friedman, bahkan menyatakan isu di Dataran Tinggi Golan lebih dari sekadar kedaulatan permanen bagi Israel.

" Sejumlah hal jauh lebih penting bagi keamanan Israel dibandingkan kedaulatan permanen atas Dataran Tinggi Golan," kata Friedman. (ism) 

5 dari 6 halaman

Trump Jegal Huawei, Bagaimana Nasib Ponsel P30

Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif mengenai larangan `musuh asing` dalam bisnis telekomunikasi. Keputusan ini dimaknai sebagai larangan atas beredarnya produk Huawei.

" Huawei Technologies Co Ltd akan segera kehilangan akses ke pembaruan untuk sistem operasi Android, dan versi berikutnya dan smartphone di luar China juga akan kehilangan akses ke aplikasi dan layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail," kata Trump dilaporkan Arstechnica, Senin, 20 Mei 2019.

Akibat perintah ini, raksasa data digital, Google bahkan dikabarkan telah mengakhiri bisnis dengan Huawei. Kondisi ini mengancam sistem ponsel P30 yang digadang-gadang menjadi salah satu ponsel terbaik saat ini.

Ponsel itu terancam tak bisa mengakses ke Android Q dan sistem ekosistem aplikasi Google. Sebetulnya, yang paling berbahaya adalah tidak dapatnya ponsel besutan Huawei masuk ke Google Play Store dan Google Play Services.

 

6 dari 6 halaman

Balasan Terhadap Kebijakan China Atas Google?

Meski demikian, banyak yang menduga, pembatasan ini hanya akan terjadi pada versi berikutnya dari smartphone Huawei.

Huawei tidak melakukan banyak bisnis ponsel pintar di AS. Larangan Huawei menjual ponsel ke konsumen AS tidak banyak mengubah keadaan.

Huawei telah melakukan beberapa upaya untuk masuk ke pasar AS, tetapi tekanan dari Kongres pada mitra bisnis individu Huawei, seperti AT&T dan Verizon, telah membuat mereka menjauh dari kesepakatan dengan perusahaan.

Selain smartphone, Huawei juga merupakan salah satu pemasok terbesar jaringan dan peralatan telekomunikasi di dunia, dan larangan ini akan membuat router, menara, dan peralatan perusahaan lainnya keluar dari jaringan AS.

Larangan Trump ini mengingatkan kebijakan China terhadap Google. Di negara asal Huawei itu Google tidak banyak melakukan bisnis di China.(Sah)

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida