Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selat Hormuz (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menetapkan larangan penerbangan di kawasan udara Selat Hormuz. Larangan ini ditetapkan menyusul menegangnya hubungan antara AS dengan Iran.
Larangan ini berpengaruh terhadap penerbangan sipil dari dan menuju Eropa serta Timur Tengah. Sejumlah maskapai terpaksa mengambil rute lain.
Terkait larangan tersebut, Garuda Indonesia memastikan penerbangan maskapai pelat merah itu menuju Eropa dan Timur Tengah tidak melintasi Selat Hormuz.
" Dapat kami pastikan jalur udara untuk rute penerbangan Eropa dan Timur Tengah yang dilayani Garuda Indonesia tidak melewati kawasan udara tersebut," ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, melalui keterangan tertulis, Selasa 25 Juni 2019.
Ikhsan melanjutkan penerapan larangan terbang tersebut tidak berdampak bagi Garuda Indonesia.
" Seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute Eropa dan Timur Tengah tetap berlangsung normal seperti biasa," kata dia.
Namun demikian, Ikhsan menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi yang terjadi di Timur Tengah. Ini untuk memastikan kawasan udara di sana, terutama di Selat Hormuz dan sekitarnya benar-benar aman.
" Serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety dan security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga," terang dia.
Hubungan AS dengan Iran kembali memanas dalam beberapa hari belakangan dan hampir terlibat peperangan. Pemicunya, pesawat nirawak atau drone milik AS ditembak jatuh oleh Iran.
Otoritas Iran mengklaim drone AS masuk ke wilayah udaranya. Drone tersebut hancur dan puing-puingnya ditemukan di perairan.
AS sempat akan melancarkan serangan udara untuk membalas tindakan Iran. Tetapi, Presiden Donald Trump membatalkan rencana tersebut dalam waktu 10 menit sebelum dijalankan dengan pertimbangan akan ada 150 nyawa melayang.
Dampak serangan yang akan terjadi dinilai tidak sebanding dengan rusaknya satu drone milik AS.
Dream - Israel mengubah nama kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dengan 'Trump Heights'.
Nama baru ini diresmikan sendiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam seremonial perayaan, yang digelar di daerah yang diserobot Israel secara ilegal pada Minggu 16 Juni 2019 waktu setempat.
" Dataran Tinggi Golan adalah dan selalu akan menjadi bagian tak terpisahkan dari negara dan tanah air kita," ujar Netanyahu dalam pidatonya seperti dilaporan Al Jazeera.
Penyematan nama baru ini diklaim sebagai bentuk penghargaan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.
Netanyahu menyebut Trump sebagai teman baik Israel dan menyatakan Dataran Tinggi Golan di utara Israel sebagai aset penting dan strategis.
Kawasan pendudukan yang akan bernama 'Ramat Trump', bahasa Ibrani untuk 'Trump Heights', bukanlah baru. Kawasan yang saat ini dikenal dengan Bruchim ini memiliki populasi sekitar 10 orang dalam 30 tahun terakhir.
Di hari yang sama, Trump menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Netanyahu. Ucapan tersebut dituangkan dalam cuitan di akun Twitternya.
" Terima kasih PM @netanyahu dan Negara Israel atas penghargaan besar ini!" cuit Trump.
Trump juga menganggap pemberian nama tersebut sebagai kado ulang tahun terindahnya. Pemilik Trump Tower ini merayakan ulang tahunnya pada Jumat pekan lalu.
" Saya tidak memikirkan hadiah ulang tahun yang lebih tepat dan lebih indah," cuit Trump.
Israel berharap kawasan yang baru berganti nama ini segera menampung gelombang penduduk.
Negara berbendera Bintang David ini merebut Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan mencaploknya pada 1981.
Masyarakat internasional mengecam langkah pendudukan yang dijalankan Israel. Mereka menyatakan langkah itu ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.
Selama kunjungan Netanyahu ke Washington pada Maret lalu, hanya sepekan sebelum pemilihan umum Israel, Trump mengubah drastis kebijakan AS.
Dia menandatangani perintah eksekutif, yang secara resmi mengaku Dataran Tinggi Golan merupakan teritorial Israel.
Keputusan itu mendapat sambutan yang sangat luas di Israel. Dubes AS untuk Israel, David Friedman, bahkan menyatakan isu di Dataran Tinggi Golan lebih dari sekadar kedaulatan permanen bagi Israel.
" Sejumlah hal jauh lebih penting bagi keamanan Israel dibandingkan kedaulatan permanen atas Dataran Tinggi Golan," kata Friedman. (ism)
Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif mengenai larangan `musuh asing` dalam bisnis telekomunikasi. Keputusan ini dimaknai sebagai larangan atas beredarnya produk Huawei.
" Huawei Technologies Co Ltd akan segera kehilangan akses ke pembaruan untuk sistem operasi Android, dan versi berikutnya dan smartphone di luar China juga akan kehilangan akses ke aplikasi dan layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail," kata Trump dilaporkan Arstechnica, Senin, 20 Mei 2019.
Akibat perintah ini, raksasa data digital, Google bahkan dikabarkan telah mengakhiri bisnis dengan Huawei. Kondisi ini mengancam sistem ponsel P30 yang digadang-gadang menjadi salah satu ponsel terbaik saat ini.
Ponsel itu terancam tak bisa mengakses ke Android Q dan sistem ekosistem aplikasi Google. Sebetulnya, yang paling berbahaya adalah tidak dapatnya ponsel besutan Huawei masuk ke Google Play Store dan Google Play Services.
Meski demikian, banyak yang menduga, pembatasan ini hanya akan terjadi pada versi berikutnya dari smartphone Huawei.
Huawei tidak melakukan banyak bisnis ponsel pintar di AS. Larangan Huawei menjual ponsel ke konsumen AS tidak banyak mengubah keadaan.
Huawei telah melakukan beberapa upaya untuk masuk ke pasar AS, tetapi tekanan dari Kongres pada mitra bisnis individu Huawei, seperti AT&T dan Verizon, telah membuat mereka menjauh dari kesepakatan dengan perusahaan.
Selain smartphone, Huawei juga merupakan salah satu pemasok terbesar jaringan dan peralatan telekomunikasi di dunia, dan larangan ini akan membuat router, menara, dan peralatan perusahaan lainnya keluar dari jaringan AS.
Larangan Trump ini mengingatkan kebijakan China terhadap Google. Di negara asal Huawei itu Google tidak banyak melakukan bisnis di China.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya