7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
© MEN
Dream - Pemerintah akan mencanangkan 2022 sebagai Tahun Toleransi. Pencanganan ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai barometer dunia dalam mewujudkan kehidupan beragama yang damai dalam segala perbedaan.
Untuk menggaungkan maksud tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, berkomitmen menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Sebagai permulaan, Gus Yaqut bersilaturahmi ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) pada Jumat, 7 Januari 2022.
Gus Yaqut berbincang hangat dengan Ketua Umum PBNU yang baru, KH Yahya Cholil Staquf. Keduanya terlibat pembicaraan untuk bersama merawat kerukunan di antara umat beragama.
" Kami berdiskusi dalam ikhtiar untuk bersinergi dalam merawat kerukunan dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan kerukunan dan toleransi masyarakat Indonesia dikagumi berbagai negara. Sebagai contoh, Majelis Hukama Al-Muslimin, organisasi independen yang beranggotakan cendekiawan Muslim dari berbagai dunia dan berpusat di Abu Dhabi-Uni Emirat Arab, telah berkunjung untuk menyampaikan keinginannya belajar tentang toleransi masyarakat Indonesia.
" Sudah saatnya toleransi Indonesia menjadi barometer masyarakat dunia," kata Gus Yaqut.
Dia menilai narasi tentang toleransi di Indonesia perlu digaungkan agar dipahami masyarakat dunia. Untuk mewujudkan hal itu, dia berkomitmen penuh untuk menggandeng seluruh ormas keagamaan.
" Saya berkomitmen untuk terus membangun kemitraan konstruktif dengan ormas keagamaan," kata dia.
Gaung toleransi tentu tak bisa lepas dari kerja bersama semua pihak. Sedangkan ormas keagamaan memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan pesan toleransi hingga ke level terkecil.
" Upaya ini tidak akan terlepas dari kerja sama dan kontribusi berbagai ormas keagamaan yang selama ini membina langsung masyarakat di kalangan akar rumput," ucap Gus Yaqut.
Selain dengan PBNU, kemitraan akan dibangun dengan ormas-ormas keagamaan lainnya. Misalnya, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan ormas keagamaan lainnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?