Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: World Of Buzz
Dream - Seekor hiu paus (Rhinocodon typus) dikabarkan terdampar dan mati di sebuah dermaga di Parit Jawa, Johor, Malaysia.
Dikutip dari laman World Of Buzz, Senin 19 Agustus 2019, hingga kini belum diketahui penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut.
Informasinya, ikan berbobot dua ton ini langsung ditarik kembali ke perairan menggunakan kapal warga.

Mengomentari insiden ini, seorang netizen berspekulasi bahwa mungkin hiu paus itu hilang hingga akhirnya terdampar di sana.
Yang lain pun mulai mempertanyakan penyebab di balik kematian satwa itu. Mempertanyakan apakah ikan itu tertangkap salah satu jaring nelayan.

Ancaman utama terhadap spesies ini hingga dianggap terancam punah mencakup penangkapan yang tidak disengaja, terdampar, perburuan, dan rusaknya habitat laut mereka.
Di Indonesia sendiri, hiu paus atau dikenal hiu totol telah dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).
Meskipun bernama hiu paus, sebetulnya hewan ini tak termasuk dalam keluarga paus. Sebaliknya ia termasuk ke dalam kelompok hiu.
Hiu paus memang bukanlah yang terbesar di lautan, ia masih kalah dengan beberapa spesies paus yang ukurannya jauh lebih besar.
Namun, karena paus merupakan hewan mamalia sehingga hiu paus masih memegang gelar sebagai ikan terbesar yang berenang di bumi.
Panjang rata-rata hewan ini mencapai 9,7 meter dan beratnya hingga 9 ton.
Hiu paus tak menyerang manusia, tak seperti saudara hiunya yang terkenal akan kekejamannya seperti hiu macan dan hiu putih besar.
Ternyata hiu paus yang berukuran paling besar dari semua spesies hiu ini ternyata hanya memakan plankton.
Hewan ini membuka mulut besarnya untuk menangkap plankton yang berada di lautan, walaupun kadang ia juga memangsa ikan kecil dan cumi-cumi.
Hewan besar ini banyak ditemukan di bagian barat samudra Pasifik, Samudra Hindia, hingga Samudra Antartika.
Namun kebanyakan mereka ditemukan di daerah yang bertemperatur hangat, oleh sebab itu mereka juga melakukan migrasi ke tempat hangat jika suhu di habitat mereka mulai dingin.

Hiu paus juga banyak ditemukan di Indonesia.
Ternyata hewan besar ini sudah cukup tua lho. Ia telah mendiami lautan di bumi sejak 60 juta tahun yang lalu.
Meskipun telah begitu lama, hewan ini masih eksis hingga sekarang. Walaupun demikian banyak perburuan terhadap hiu paus yang dilakukan oleh manusia sehingga menurunkan populasinya.
Sebagai sesama makhluk hidup kita harusnya ikut menjaga kelestarian hiu besar ini supaya tetap ada.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam