Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi: Shutterstock
Dream - Prosesi keagamaan yang digelar di sebuah danau di Afrika berubah menjadi petaka. Seorang pemuka agama yang memimpin prosesi itu tewas diserang buaya.
Docho Eshete, nama pria itu diseret buaya beberapa saat usai memulai acara keagamaan untuk 80 orang di tepi Danau Abaya, dekat kota Arba Minch, di selatan Ethiopia.
" Tiba-tiba seekor buaya melompat dari danau dan menariknya ke dalam air," kata saksi mata, Ketema Kairo kepada BBC.
Malang bagi pemuka agama tersebut. Tubuhnya dilaporkan digigit buaya di bagian kaki, punggung dan tangannya. Menurut Ketema, pemandangan mengerikan itu disaksikan banyak orang dan seorang nelayan setempat berjuang untuk menyelamatkannya.
Nelayan itu dibantu beberapa warga berhasil mencegah buaya tersebut menarik tubuh pria 45 tahun itu lebih dalam. Buaya itu diketahui berhasil melarikan diri setelah gagal mendapatkan tubuh korban.
Danau Abaya merupakan danau terbesar kedua di Ethiopia. Menurut situs perjalanan Lonely Planet, meski sangat indah, danau ini memiliki populasi buaya yang besar.
" Buaya-buaya di sini agresif terhadap manusia dan hewan lainnya. Itu karena danau ini memiliki sedikit ikan yang menjadi satu-satunya pilihan makanan mereka," Lonely Planet melaporkan.
Buaya yang menewaskan Docho kemungkinan dari jenis Buaya Nil. Beberapa Buaya Nil dapat tumbuh hingga 6 meter dengan berat sampai 1 ton.
Menurut laporan Buaya Nil bertanggung jawab atas lebih dari 300 serangan terhadap manusia di Afrika setiap tahun.
Buaya Nil dianggap lebih ganas dari jenis buaya lainnya. Buaya jenis ini bahkan dianggap sebagai pembunuh manusia terbanyak ketiga di Afrika setelah kuda nil dan singa.
(Sah/Sumber: The Independent)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya