Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan memindahkan lokasi demonstrasi 2 Desember dari Jalan MH Thamrin-Sudirman ke Lapangan Monas. Keputusan ini diambil usai dialog intensif antara GNPF MUI dengan Kapolri.
"MUI jadi jembatan penghubung, Kapolri telah membuka pintu komunikasi," ucap Ketua Dewan Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab, di Gedung MUI, Jakarta, Senin 28 November 2016.
Dalam dialog tersebut, Rizieq mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menawarkan alternatif lokasi pelaksanaan demonstrasi, yaitu di Lapangan Monas atau Masjid Istiqlal. Alternatif ke dua ditolak untuk mencegah adanya desak-desakan di pintu keluar komplek Masjid Istiqlal.
Tetapi, kata Rizieq, GNPF MUI meminta beberapa syarat teknis, di antaranya menyediakan posko logistik, tempat wudhu, hingga toilet. "Serta memastikan pintu-pintu di Lapangan Monas terbuka dan membuat jalur evakuasi," ucap Rizieq.
© Dream
Tito mengapresiasi keputusan GNPF MUI yang rela memindahkan rencana aksi mereka ke Lapangan Monas. Sebab, jika aksi tersebut tetap digelar di Jalan MH Thamrin-Sudirman, akan menimbulkan kemacetan di seluruh Jakarta.
"Jalan protokol ditutup di hari Jumat itu akan jadi preseden bagi ormas lain untuk mengikuti. Kalau sudah begitu Jakarta mau jadi apa?" kata Tito.
Rencananya, massa demonstrasi '212' akan berkumpul sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir usai Salat Jumat. Massa rencananya akan berzikir bersama dan mendengarkan ceramah dari para ulama.
"GNPF MUI mengajak seluruh jajaran TNI dan Polri ikut serta di dalam Aksi Bela Islam untuk zikir bersama," ucap Rizieq.
© Dream
Rizieq mengatakan aksi pada 4 November 2016 lalu ternyata juga diikuti oleh banyak umat non-Muslim. Sehingga, Rizieq menyatakan GNPF MUI akan menyediakan ruang untuk menampung para peserta non-Muslim dalam demonstrasi '212' nanti.
"Tim terpadu akan mengatur peserta aksi dari luar agama Islam. Karena ini ibadah, mereka harus diberi ruang yang nyaman dan aman tanpa rasa terganggu," ucap Rizieq.
Menurut dia, demonstrasi bertajuk Aksi Bela Islam III tidak semata-mata aksi yang dilakukan umat Muslim. Demonstrasi ini merupakan aksi lintas mazhab, agama, keyakinan, dan suku.
© Dream
Kedatangan peserta aksi non-Muslim tersebut, kata dia, menunjukkan persoalan penistaan agama adalah masalah serius yang terjadi di Indonesia.
"Tidak ada agama apapun yang boleh dinistakan, baik itu Katolik, Kristen, Budha, Hindu, maupun keyakinan Konghucu, apalagi Islam sebagai agama mayoritas," ucap dia.
Untuk itu, Rizieq akan menjamin aksi berjalan super damai. Untuk menunjukkan komitmen tersebut, para pimpinan GNPF MUI akan meminta Tim Terpadu mengawal peserta aksi yang ikut serta hingga kepulangan ke rumah masing-masing.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?