Erupsi 3 Menit, Status Gunung Agung Siaga

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 30 Desember 2018 12:47
Erupsi 3 Menit, Status Gunung Agung Siaga
Warga diminta menjauhi radius 4 kilometer dari kawah gunung.

Dream - Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi pada Minggu 30/12/2018 pukul 04.09 WITA.

" Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 8 detik," kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui keterangan rilis yang diterima Liputan6.com.

Status Gunung Agung hingga saat ini masih berada di level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di Zona Perkiraan Bahaya sejauh 4 kilometer dari kawah.

BMKG dan Kementerian SDM terus mengevaluasi kondisi Gunung Agung lantaran Zona Perkiraan Bahaya yang bersifat dinamis.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga sudah diperingatkan mengenai ancaman bahaya sekunder.

Ada potensi aliran lahar hujan yang dapat terjadi di musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

 

1 dari 2 halaman

Video Detik-detik Gunung Agung Meletus

Dream - Sejak tengah malam hingga pagi tadi, Gunung Agung setidaknya sudah meletus empat kali. Letusan pertama terjadi pukul 21.04 WITA, Senin 2 Juli 2018. Letusan ini disertai dentuman keras dan lontaran lava pijar.

Menurut Kepala Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, tinggi kolom abu saat letusan tersebut setinggi 2000 meter di atas puncak, mengarah ke barat.

" Lontaran lava pijar menyebabkan hutan di puncak terbakar. Status tetap Siaga," tulis Sutopo, dikutip Dream pada Selasa 3 Juli 2018.

Melalui akun Twitter @Sutopo_PN itu pula, Sutopo menyertakan video detik-detik meletusnya Gunung Agung. Dalam video pendek itu terlihat bola cahaya mengembang di puncak Gunung Agung yang dibungkus gelapnya malam.

Dua jam berselang, Sutopo kembali membuat unggahan. Kini gambar api yang membakar lereng gunung. Menurut Sutopo, tak ada warga yang terluka maupun meninggal dunia akibat letusan tersebut.

Pada dinihari, Gunung Agung kembali meletus. Kali ini pada pukul 04.13 WITA. Sama dengan letusan sebelumnya, kolom abu kali ini juga terpantau 2.000 meter dari puncak.

" Kolom abu berwarna putih kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini dengan amplitudo maksimum 21 mm. Hujan abu lokal. Bandara normal. Bali aman," tulis Sutopo.

Sementara pada pagi hari, Gunung Agung kembali meletus dua kali. Letusan pukul 09.28 WITA dengan kolom abu 2.000 meter dan pukul 09.45 WITA dengan kolom abu 500 meter. Abu mengarah ke barat.

[crosslink_1]

2 dari 2 halaman

BNPB: Gunung Agung Sangat Misterius

Dream - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, sangat misterius.

" Gunung Agung ini gunung misterius. Jadi kalau kita melihat dari kegempaan satelit banyak sekali hal-hal yang tidak seperti lazim," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa 5 November 2017.

Menurut Sutopo, terdapat ketidakwajaran di gunung dengan tinggi 3.031 meter tersebut. Di antaranya, penurunan seara tiba-tiba emisi gas SO2, sulfur dioksida, di sekitar Gunung Agung.

" Biasanya emisi gas SO2 turun perlahan sampai normal. Kalau ini (Gunung Agung) drastis," ucap dia.

 Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho

Untuk itu, saat ini BNPB masih memantau aktivitas Gunung Agung dan belum menurunkan stastus Awas atau Level 4. Tetapi, kata Sutopo, BNPB memastikan kondisi Pulau Dewata saat ini dalam keadaan aman untuk dikunjungi.

" Yang berbahaya itu radius delapan hingga sepuluh kilometer dari puncak kawah, yang lainnya aman. Memang kalau ada erupsi, penerbangan dibatalkan atau ditunda, itu adalah risiko dari erupsi Gunung Agung," ujar dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone