Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Widodo, Guru Menginspirasi Itu Kini Tak Mampu Bergerak Karena Terkena Stroke (dompetdhuafa.org)
Dream - Menjadi guru mungkin merupakan cita-cita yang mulia. Melalui profesi ini, banyak anak manusia terdidik menjalani kehidupan sarat akan nilai kemanusiaan.
Sayangnya, kemuliaan profesi guru ternyata belum sebanding dengan tingkat kesejahteraan, terutama bagi para guru yang berstatus honorer atau tidak tetap. Mereka terpaksa harus mengajar dengan upah yang kadang jauh dari kelayakan.
Seperti dialami oleh Widodo, 57 tahun.Pria yang berprofesi sebagai guru seni di SMA Purnama, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini terpaksa harus menyambi jadi tukang parkir.
Ini lantaran upah yang dia terima sebagai guru tidaklah cukup untuk menghidupi keluarga dengan tiga orang anak masih bersekolah.
Widodo menjalani pekerjaan sambilan sebagai tukang parkir di kawasan Blok M ini selama enam tahun. Setiap hari, dia memperoleh penghasilan antara Rp50.000 hingga Rp80.000.
Tidak ada raut malu dalam diri Widodo. Dia begitu ikhlas menjalani hidup. Hanya keyakinan pendapatan yang diperolehnya merupakan uang halal menjadi bekal baginya.
Kisah Widodo pun sempat menjadi perbincangan. Hampir sebagian besar media nasional menjadikan kisah guru inspiratif ini sebagai pemberitaan.
Tetapi, itu terjadi beberapa tahun lalu. Kini, Widodo dikabarkan terbaring lemah di rumahnya di Villa Nusa Indah 2 Blok W-5 Kelurahan Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dia sudah tak sanggup lagi mengajar. Serangan stroke membuatnya sulit menggerakkan anggota tubuhnya.
" Sekarang bapak sudah tidak mengajar lagi mas karena stroke yang sudah setahun lebih," ujar putri kedua Widodo, Gayatri.
Widodo hanya dapat terbaring dan duduk. Sesekali, dia tersenyum untuk menyapa orang lain.
Lantaran stroke yang dia alami, sontak seluruh kegiatan Widodo mengandalkan bantuan Gayatri. Termasuk juga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski begitu, dia masih menyimpan semangat untuk mendidik para tunas bangsa.
Sumber: dompetdhuafa.org.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya