Penyebab dan Gejala Virus Nipah yang Dicemaskan Jadi Pandemi Baru Dunia

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 10 Februari 2021 11:00
Penyebab dan Gejala Virus Nipah yang Dicemaskan Jadi Pandemi Baru Dunia
Seperti apa virus nipah itu?

Dream - Belum selesai penanganan virus COVID-19, kini hadir virus varian lain yang menambah kekhawatiran. Hal ini cukup beralasan karena negeri terdekat Indonesia, Malaysia, tengah berjuang melawan penyebaran virus nipah.

Virus nipah pertama kali terjadi disebabkan terjadinya kontak langsung manusia dengan babi sakit atau terkena jaringan yang terkontaminasi.

Virus ini pertama kali ditemulan di Malaysia pada tahun 1999. Wabah penyakit ini sempat membuat para peternak babi di Malaysia kelabakan. Virus tersebut akhirnya menyebar hingga ke Singapura.

“ Virus ini berpotensi menjadi pandemi kedua, karena sifat virus dan cara penularannya mirip dengan SARS-CoV-2,” jelas Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo Dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya, tertulis pada situs Unair.ac.id.

1 dari 4 halaman

Gejala dari Virus Nipas

Gejala yang ditimbulkan menyerupai influenza seperti badan meriang, demam, hingga otot-otot terasa nyeri. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dalam situsnya menyebutkan bahwa tingkat kematian pada virus ini mencapai 75 persen.

Beberapa hal yang mengakibatkan tingginya tingkat kematian diantaranya penanganan yang kurang komperhensif, gejala yang tidak umum dan kejadian yang terjadi sangat cepat, dan vaksin atau obat yang belum ditemukan.

“ Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk virus ini, pengobatannya hanya penatalaksanaan suportif saja agar penderita bisa bertahan hidup,” sebut Agung.

Agung juga menambahkan bahwa vaksin terhadap virus ini belum juga di temukan.

2 dari 4 halaman

Berpotensi menjadi pandemi?

Kemunculan wabah baru virus Nipah di Malaysia memicu kekhawatiran akan adanya pandemi kedua dari penyakit yang berbeda. Kekhawatiran ini mengingat penularan virus nipas sudah mulai terjadi antar manusia.

WHO mencatat pada 2001 silam telah terjadi wabah virus nipah di Siliguri, India yang penularannya terjadi di antara para pekerja kesehatan. Sebanyak 75 persen kasus di antaranya terjadi pada staf rumah sakit dan pengunjung.

Dewan Pakar Satgas Covid-19 di Jawa Timur seperti dikutip Unair mengatakan, “ Pandemi bisa terjadi karena meski diakibatkan oleh kelelawar, tapi sudah terjadi penularan dari orang ke orang. Masa inkubasinya juga mirip dengan SARS-CoV-2 yaitu sekitar 5 sampai 14 hari.”

3 dari 4 halaman

JK Peringatan Kasus Covid-19 Bisa Tembus 2 Juta Akhir April Ini

Dream - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memperingatkan kemungkinan Indonesia harus menghadapi 2 juta kasus positif Covid-19 pada akhir April 2021 mendatang. Mantan wakil presiden itu mengatakan potensi jutaan kasus itu bisa muncul jika penambahan kasus harian tidak kunjung bisa ditekan.

" Kalau kondisinya tetap jalan terus, artinya rata-rata 12 ribu sehari maka akhir April akan 2 juta," kata pria yang karib disapa JK, Selasa 9 Februari 2021.

Menurut JK, salah satu cara untuk menurunkan angka kasus harian adalah dengan gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Tindakan itu dibarengi dengan mendisiplinkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan. 

Pria asal Makassar itu mengkhawatirkan angka penambahan kasus yang tidak terkendali akan membuat ketersediaan rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 semakin berkurang.

" Vaksinasi untuk mencapai agar stabil dan (kasus) turun itu apabila dapat dicapai 1 juta per hari, sebab kalau sudah tercapai 2 juta maka masalahnya yang terjadi ialah kesulitan rumah sakit, maka rumah sakit akan sangat berlebihan," imbuh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini.

4 dari 4 halaman

Selain itu, JK menyatakan PMI mendorong kepada penyintas Covid-19 untuk dapat mendonorkan plasma konvalesen setiap hari. Sejauh ini, PMI menerima permintaan 200 kantong plasma konvalesen. Padahal, PMI hanya bisa memenuhi 40 permintaan per hari.

" Saya berharap para penyintas untuk mau meluangkan waktunya untuk mendonorkan plasma konvalesennya pada salah satu dari 34 Unit Donor Darah yang disiapkan oleh PMI," jelas JK.

JK mengungkap, setiap satu orang pendonor yang diambil plasma konvalesennya masing masing sebanyak 400 cc. Donor tersebut dapat diberikan kepada 2 orang penderita covid dengan kondisi kritis.

" Setiap orang penyintas cukup meluangkan waktunya 40 menit mendonorkan darahnya dan itu bisa menyelamatkan 2 nyawa," JK menandasi.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar