KNKT Ungkap Rekaman Data Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 3 Februari 2021 17:08
KNKT Ungkap Rekaman Data Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182
Begini penjelasan KNKT.

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap temuan awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021. Temuan awal itu menyebut bahwa pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Pontianak itu jatuh dengan mesin masih hidup.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, data automatic dependent surveillance-broadcast (ADP-B), yang merupakan sistem pemantauan penerbangan pesawat, menunjukkan bahwa pada pukul 14.40 WIB, pesawat Sriwijaya Air masih memancarkan sinyal pada ketinggian 250 kaki.

" Terekamnya data sampai ketinggian dengan 250 kaki, mengidentifikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," kata Soerjanto saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Rabu 3 Februari 2021.

1 dari 5 halaman

Sebaran Puing Pesawat

Selain itu, Soerjanto menambahkan, berdasarkan temuan Tim SAR Gabungan, puing pesawat tersebar dalam wilayah lebar 80 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman laut 16 sampai 23 meter. Termasuk di dalamnya ditemukan bagian pesawat seperti puing dari ruang kemudi, bagian roda pendarat utama, bagian sayap, bagian dari mesin, bagian dari kabin penumpang, serta bagian ekor.

" Bagian-bagian ini mewakili seluruh bagian pesawat dari depan hingga belakang. Luas sebaran dan ditemukannya bagian pesawat dari depan sampai belakang konsisten dengan bukti bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," jelasnya.

" Jadi ada yang mengatakan pesawat pecah di udara itu tidak benar, jadi pesawat secara utuh sampai membentur air tidak ada pecah di udara," tambahnya.

© Dream
2 dari 5 halaman

Kondisi Terakhir Pesawat

Selain itu, ia menjelaskan temuan turbin pesawat yang berhasil diangkat oleh Tim SAR menunjukkan kondisi mesin masih dalam kondisi hidup sebelum membentur air.

" Temuan pada turbin pesawat menunjukkan konsistensi bahwa mesin masih dalam kondisi hidup sebelum membentur air. Ini diindikasikan bahwa turbin-turbin rontok semua ini menandakan ketika membentur air mesinnya masih berfungsi semua," jelasnya.

Berdasarkan catatan perawatan pada 4 kali penerbangan di tanggal 9 Januari 2021, tambah Soerjanto, tidak ada laporan kerusakan pesawat, yang saat jatuh berisi 62 orang tersebut.

" Dari buku catatan perawatan pesawat (aircraft maintenance log) tidak ditemukan adanya kerusakan pesawat pada 4 penerbangan di tanggal 9 Januari 2021," terangnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 5 halaman

KNKT: Ada Laporan Kerusakan Autothrottle Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Dream - Penyelidik kecelakaan udara Indonesia sedang menyelidiki kemungkinan adanya masalah pada sistem autothrottle dalam musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu, 9 Januari 2021 lalu. Authothrottle adalah komponen pesawat yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis.

Penyelidik Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT), Nurcayho Utomo menemukan adanya laporan masalah sistem autothrottle dalam pesawat Boeing 737-500 yang digunakan saat penerbangan SJ-182.

Laporan soal kerusakan sistem tersebut diketahui dalam penerbangan beberapa hari sebelumnya kecelakaan terjadi.

" Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," kata Nurcahyo mengutip laman Reuters, Jumat, 22 Januari 2021.

Nurcahyo saat ini hanya berharap bisa segera mendapatkan data percakapan antar pilot yang direkam dalam CVR (Cockpit Voice Recorder) pesawta tersebut.

" Apa yang mereka bicarakan dan kami akan tahu apa masalahnya."

 

 

© Dream
4 dari 5 halaman

Belum Bisa Berikan Pernyataan Resmi

Menurut Nurcayho, KNKT belum bisa memastikan apakah masalah sistem autothrottle yang dilaporkan tersebut berkontribusi pada jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 lalu. 

Hanya, " Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengendalikannya secara manual," sebut dia yang mengaku tidak bisa mengingat masalah lain dalam catatan pemeliharaan pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air.

Sementara itu manajemen Sriwijaya Air belum bisa mengomentari soal teknis penyidikan sebelum KNKT mengeluarkan pernyataan resmi.

5 dari 5 halaman

Masalah Aotothrottle?

Flight data recorder (FDR) pesawat telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik, tetapi pencarian bawah air untuk unit memori CVR di lokasi kecelakaan di Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, masih terus berlanjut.

Mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan, Wall Street Journal pada Kamis, 21 Januari 2021 melaporkan, data FDR menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi, Wall Street Journal menyebutkan. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antar mesin, membuat pesawat lebih sulit dikendalikan.

Kecuali pencarian CVR, tim telah mengakhiri pencarian korban dan puing yang tersisa.

" Setelah banyak pertimbangan, operasi pencarian dan penyelamatan harus ditutup hari ini (Kamis, 21 Januari)," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan.

" Kami berkomitmen untuk terus berupaya menemukan perekam suara kokpit," imbuhnya.

Sumber: reuters.com

 

© Dream
Beri Komentar