Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Gelar Upacara Tabur Bunga

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 22 Januari 2021 10:30
Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Gelar Upacara Tabur Bunga
Keluarga akan melakukan seremoni tabur bunga sebagai penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan pesawat.

Dream - Sebanyak 50 orang perwakilan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bertolak menuju perairan sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Mereka akan melakukan seremoni tabur bunga sebagai penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan pesawat tersebut.

Para keluarga menggunakan KRI Semarang, berangkat tepat pukul 06.30 WIB, dengan cuaca cerah cenderung berawan dari Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021.

Tampak hadir di lokasi Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, sebagai perwakilan otoritas yang mendampingi jalannya seremoni duka.

1 dari 5 halaman

Operasi SAR Dihentikan

Menteri Perhubungan, Budi Karya, sebelumnya mengatakan, seremoni tabur bunga dilakukan usai operasi SAR gabungan selama 13 hari secara resmi dihentikan.

Operasi awalnya dilakukan selama 7 hari pertama, krmudian diperpanjangan sebanyak 2 kali dengan masing-masing tiga hari dalam masanya.

" Kami berharap keluarga korban mendapat ketabahan menghadapi cobaan ini, dan korban meninggal diberikan tempat di sisi-Nya," ungkap Budi.

Sumber: merdeka.com

2 dari 5 halaman

Hasil Akhir Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ182 yang Berakhir Hari Ini

Dream - Operasi pencarian korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan Tim SAR gabungan mulai hari ini, Kamis, 21 Januari 2021. Operasi kemanusiaan itu dihentikan setelah tim gabungan menggelar pencarian selama 13 hari.

" Basarnas telah melakukan operasi selama 7 hari pertama dan melakukan perpanjangan 2 kali tiga hari dan dengan berbagai pertimbangan, kami menutup operasi pencarian SAR hari ini," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat jumpa pers di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 21 Januari 2021.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menambahkan penghentian operasi sudah sesuai dengan pertimbangan yang matang. Keputusan ini juga sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga korban dan melihat kondisi di lapangan.  

" Maka hari ini Kamis 21 januari 2021 pada pukul 16.57 WIB, operasi SAR terhadap SH 182 di Kepulauan Seribu secara resmi ditutup atau penghentian," tegas Bagus.

3 dari 5 halaman

43 Korban Teridentifikasi

Tim DVI Polri telah menyerahkan total sebanyak 32 korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 ke pihak keluarga terhitung selama 13 hari operasi kemanusiaan. Sejauh ini, sudah ada 43 korban yang berhasil diidentifikasi.

" Sebanyak 43 korban yang telah kami identifikasi, 22 laki-laki dan 21 perempuan. Sebanyak 32 korban sudah diserahkan kepada keluarganya," tutur Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis 21 Januari 2021.

Menurut Hery, pihaknya menerima 324 kantong jenazah berisikan body part dan 264 kantong properti. Adapun sampel DNA yang diterima ada 438 sampel.

" Tim postmortem saat ini sedang menyelesaikan pemeriksaan properti. Cukup banyak," kata Hery.

4 dari 5 halaman

Kondisi Cuaca Tidak Mendukung

Perwakilan Tim Penyelam Letnan Kolonel Laut Faruq Deddy mengatakan, timnya kesulitan mencari korban dan puing pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. Selain ombak tinggi dan kecang, jarak pandang penyelam juga terbatas baik di atas atau di bawah air.

" Visibility penyelam terbatas di atas mau pun di bawah air," kata Faruq.

Dia melanjutkan, dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang hanya sekitar 10-20 cm saja, dengan ketinggian ombak hingga 2 meter.

" Bahkan sempat hanya 10-20 cm, gelombang juga tinggi sampai 2 meter, arus di bawah laut juga kuat jadi itu yang menghambat pencarian di situ," jelas dia.

 

5 dari 5 halaman

Penyelam Kesulitan

Situasi yang tidak mendukung pencarian, Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigjen Rasman MS mengatakan tim SAR gabungan tidak akan memaksakan pencarian Sriwijaya Air jika cuaca masih buruk.

" Rekan kita di lapangan masih tidak ada yang turun dan kapal kita berlindung di tempat aman," jelas dia dalam kesempatan yang sama.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar