KNKT: Ada Laporan Kerusakan Autothrottle Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 22 Januari 2021 17:00
KNKT: Ada Laporan Kerusakan Autothrottle Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Kerusakan pada komponen pengontrol tenaga mesin pesawat Boeing 737-500 itu terjadi beberapa hari sebelum penerbangan Jakarta-Pontianak.

Dream - Penyelidik kecelakaan udara Indonesia sedang menyelidiki kemungkinan adanya masalah pada sistem autothrottle dalam musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu, 9 Januari 2021 lalu. Authothrottle adalah komponen pesawat yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis.

Penyelidik Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT), Nurcayho Utomo menemukan adanya laporan masalah sistem autothrottle dalam pesawat Boeing 737-500 yang digunakan saat penerbangan SJ-182.

Laporan soal kerusakan sistem tersebut diketahui dalam penerbangan beberapa hari sebelumnya kecelakaan terjadi.

" Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," kata Nurcahyo mengutip laman Reuters, Jumat, 22 Januari 2021.

Nurcahyo saat ini hanya berharap bisa segera mendapatkan data percakapan antar pilot yang direkam dalam CVR (Cockpit Voice Recorder) pesawta tersebut.

" Apa yang mereka bicarakan dan kami akan tahu apa masalahnya."

1 dari 5 halaman

Belum Bisa Berikan Pernyataan Resmi

Menurut Nurcayho, KNKT belum bisa memastikan apakah masalah sistem autothrottle yang dilaporkan tersebut berkontribusi pada jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 lalu. 

Hanya, " Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengendalikannya secara manual," sebut dia yang mengaku tidak bisa mengingat masalah lain dalam catatan pemeliharaan pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air.

Sementara itu manajemen Sriwijaya Air belum bisa mengomentari soal teknis penyidikan sebelum KNKT mengeluarkan pernyataan resmi.

2 dari 5 halaman

Masalah Aotothrottle?

Flight data recorder (FDR) pesawat telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik, tetapi pencarian bawah air untuk unit memori CVR di lokasi kecelakaan di Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, masih terus berlanjut.

Mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan, Wall Street Journal pada Kamis, 21 Januari 2021 melaporkan, data FDR menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi, Wall Street Journal menyebutkan. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antar mesin, membuat pesawat lebih sulit dikendalikan.

Kecuali pencarian CVR, tim telah mengakhiri pencarian korban dan puing yang tersisa.

" Setelah banyak pertimbangan, operasi pencarian dan penyelamatan harus ditutup hari ini (Kamis, 21 Januari)," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan.

" Kami berkomitmen untuk terus berupaya menemukan perekam suara kokpit," imbuhnya.

Sumber: reuters.com

 

 

3 dari 5 halaman

KNKT Sudah Unduh Seluruh Data FDR Sriwijaya Air SJ-182, Temukan Petunjuk Penting

Pesawat Sriwijaya Air© Pesawat Sriwijaya Air (Foto: Shutterstock)

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan merilis preliminary report (laporan awal) hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bulan depan atau 30 hari setelah kecelakaan.

" Kami berharap 30 hari setelah kecelakaan, kami dapat memberikan laporan awal dan apabila nanti dipublikasikan, kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas," kata Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, dalam keterangan melalui Twitter @KNKT_RI, Selasa 19 Januari 2021.

Nurcahyo mengatakan, KNKT melakukan investigasi bersama tim dari Amerika Serikat yang berjumlah 11 orang, yakni empat orang dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), empat orang dari Boeing, dua orang dari Federal Aviation Administration (FAA) dan satu orang dari General Electric sebagai pembuat mesin pesawat.

" Hal ini sesuai dengan ICAO Annex 13 dimana negara pembuat desain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi. Berpartisipasi dalam investigasi kali ini juga dua investigator TSIB Singapura dalam hal ini partisipasi dalam sesuai dengan kerja sama negara-negara ASEAN," katanya.

 

4 dari 5 halaman

Data Kotak Hitam

Menurut Nurcahyo, KNKT juga sudah mengunduh seluruh data kotak hitam, yakni Flight Data Recorder (FDR).

" Sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya, kami juga sudah atau sudah mengunduh data FDR dan kami sampaikan data FDR sudah bisa kami dapatkan. Sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam atau 18 penerbangan termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan," katanya.

Namun, lanjut dia, data tersebut masih akan didalami lagi dan sampai saat ini belum bisa membagi atau mempublikasikan.

" Namun demikian dari data yang diperoleh kami mendapatkan beberapa petunjuk untuk didalami lebih lanjut untuk data yang kami perlukan untuk keperluan investigasi dan kami juga kami sangat mengharapkan dapat ditemukan CVR untuk mendukung data yang kami peroleh dari FDR," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Perkembangan Investigasi Sriwijaya Air SJ 182

Kotak hitam yang berisi FDR ditemukan pada 12 Januari 2021 atau tiga hari setelah kecelakaan. KNKT sebelumnya juga menyatakan sistem pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih berfungsi dan mampu mengirim data sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

KNKT telah mengumpulkan data radar ADS-B dari Perum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia).

Dari data tersebut, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB, terbang menuju arah Barat Laut dan pada pukul 14.40 WIB pesawat mencapai ketinggian 10.900 kaki, tercatat pesawat mulai turun dan data terkahir pesawat pada ketinggian 250 kaki.

Data lain yang didapat KNKT dari KRL Rigel adalah sebaran puing-puing (wreckage) memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter.

Beri Komentar