Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rekonstruksi Peluru Nyasar Ke Gedung DPR (Liputan6.com/Ady)
Dream - Dua pelaku peluru nyasar di Gedung DPR, IAW dan YMW, telah menjalani rekonstruksi di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Dalam rekonstruksi itu, mereka melakukan 25 adegan.
" Adegan mulai dari yang bersangkutan datang melakukan kegiatan di lapangan tembak, sampai dia kembali, itu sudah terangkum dalam rekonstruksi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di lokasi, Jumat 19 Oktober 2018.
Menurut Setyo, sebelum terdaftar menjadi anggota Perbakin, calon anggota harus terlebih dulu melalui berbagai sertifikasi.
" Sebelum dia mendaftar ke klub dia ikut sertifikasi dulu, artinya dia tes kemampuan, tes keterampilan, setelah keluar sertifikatnya baru dia bisa daftar ke klub menembak," ucap dia.
Salah satu pelaku, IAW, sudah memiliki sertifikasi tembak reaksi yang diterbitkan pada April 2018. Ketika berlatih menembak, pelaku menggunakan senjata api jenis Glock 17 dan AKAI Custom.
Selain itu, IAW juga menambahkan alat bantu bernama switch custom. Rupanya, penambahan aksesoris ini merupakan suatu pelanggaran.
" Di senjata banyak sekali assesoris. Tapi prinsip begini, Perbakin tidak mengizinkan untuk senjata otomatis untuk olahraga, itu prinsip. Jadi di dalam aturan Perbakin, tidak ada senjata otomatis. Kalau ini ada kejadian ini, itu tanggung jawab bersangkutan," ujar dia.
Ketua DPR, Bambang Soesatyo, yang hadir dalam rekonstruksi itu meminta pengelola Lapangan Tembak lebih memperhatikan lagi keamanan.
" Saya menduga ada tembus itu seng itulah yang harus dikaji pihak keamanan untuk penataan kembali SOP di sini, sekaligus menata keamanan agar kegiatan di sini tidak mengancam nyawa atau kerugian orang lain di luar kawasan ini," kata Bambang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya