Temuan Mengejutkan Rekonstruksi Peluru Nyasar di Gedung DPR

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 19 Oktober 2018 15:38
Temuan Mengejutkan Rekonstruksi Peluru Nyasar di Gedung DPR
Pelaku terbukti melanggar aturan.

Dream - Dua pelaku peluru nyasar di Gedung DPR, IAW dan YMW, telah menjalani rekonstruksi di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Dalam rekonstruksi itu, mereka melakukan 25 adegan.

" Adegan mulai dari yang bersangkutan datang melakukan kegiatan di lapangan tembak, sampai dia kembali, itu sudah terangkum dalam rekonstruksi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di lokasi, Jumat 19 Oktober 2018.

Menurut Setyo, sebelum terdaftar menjadi anggota Perbakin, calon anggota harus terlebih dulu melalui berbagai sertifikasi.

" Sebelum dia mendaftar ke klub dia ikut sertifikasi dulu, artinya dia tes kemampuan, tes keterampilan, setelah keluar sertifikatnya baru dia bisa daftar ke klub menembak," ucap dia.

Salah satu pelaku, IAW, sudah memiliki sertifikasi tembak reaksi yang diterbitkan pada April 2018. Ketika berlatih menembak, pelaku menggunakan senjata api jenis Glock 17 dan AKAI Custom.

1 dari 1 halaman

Permintaan Ketua DPR

Selain itu, IAW juga menambahkan alat bantu bernama switch custom. Rupanya, penambahan aksesoris ini merupakan suatu pelanggaran.

" Di senjata banyak sekali assesoris. Tapi prinsip begini, Perbakin tidak mengizinkan untuk senjata otomatis untuk olahraga, itu prinsip. Jadi di dalam aturan Perbakin, tidak ada senjata otomatis. Kalau ini ada kejadian ini, itu tanggung jawab bersangkutan," ujar dia.

Ketua DPR, Bambang Soesatyo, yang hadir dalam rekonstruksi itu meminta pengelola Lapangan Tembak lebih memperhatikan lagi keamanan.

" Saya menduga ada tembus itu seng itulah yang harus dikaji pihak keamanan untuk penataan kembali SOP di sini, sekaligus menata keamanan agar kegiatan di sini tidak mengancam nyawa atau kerugian orang lain di luar kawasan ini," kata Bambang.

Beri Komentar