Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Supami sempat mengeluh sakit sebelum berangkat menjalankan umroh.
Dream - Supami, jemaah umroh dari biro perjalanan PT Tunisia meninggal dunia di dalam pesawat Citilink QG-527 rute Jeddah-Jakarta pada Selasa, 6 Februari 2018. Jemaah berusia 66 tahun asal Semarang, Jawa Tengah, itu sempat mengeluh sakit sebelum berangkat umroh.
"Pada saat hari terakhir menunaikan ibadah umroh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis 8 Februari 2018.
"Korban mengeluh lemas (sakit di bagian pinggang) dan pada saat korban menuju bandara di Jeddah, korban sudah memakai kursi roda," tambah mantan Kabid Humad Polda Jawa Timur itu.
Kondisi Supami semakin parah ketika di dalam pesawat hendak pulang ke Tanah Air. "Di pesawat sudah makin lemah dan diberikan oksigen dan CVR," ucap dia.
Namun sayang, bantuan medis itu rupanya tidak dapat menolong Supami. Dia dinyatakan meninggal dunia di dalam pesawat. "Dinyatakan meninggal dunia diperkirakan 10 jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta," ujar dia.
Begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah Supami dibuatkan surat keterangan kematian dengan Nomor 00399/CC/II/2018 tertanggal 07 Februari 2018.
Pihak keluarga pun tidak mengizinkan dokter melakukan visum luar dan dalam untuk mengetahui penyebab kematian Supami. Jenazah Supami langsung diterbangkan ke Semarang untuk dimakamkan.