Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kondisi Sebuah Hotel Yang Miring Karena Gempa 6,4 SR Di Taiwan (Foto: Channel News Asia)
Saat ini, tercatat 3.424 warga Indonesia tinggal di Hualien. Mereka yang tinggal sebagian besar merupakan pekerja.
Dream - Sepuluh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang setelah gempa berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang Hualien, Taiwan, pada Selasa 6 Februari 2018.
Satu Warga Negara Indonesia (WNI) juga terluka akibat musibah yang terjadi pada pukul 23.50 waktu setempat itu. Saat ini, tercatat 3.424 warga Indonesia tinggal di Hualien. Mereka yang tinggal sebagian besar merupakan pekerja.
"KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei) mendapatkan informasi adanya 1 WNI luka ringan saat melakukan evakuasi dan telah kembali ke rumah setelah sempat dirawat di rumah sakit," tulis akun resmi Twitter Kementerian Luar Negeri, @Portal_Kemlu_RI, diakses Dream, Kamis 8 Februari 2018.
Menurut laman Channel News Asia, hari ini, tim SAR masih mencari korban selamat di sebuah blok apartemen yang miring akibat gempa. Tim SAR Taiwan juga mencari korban lain yang masih hilang di apartemen Yun Tsui.
Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan, saat terjadi gempa sebanyak 116 orang dilaporkan terjebak di Hotel Martial. Tiga lantai hotel tersebut roboh dan akhirnya bersandar di satu sisi.