Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi
Dream - Pemerintah saat ini sedang mengkaji potongan gaji aparatur sipil negara (ASN) Muslim untuk zakat. Nantinya, ASN yang gajinya sudah masuk nashab, yakni sekitar Rp4,1 juta, akan mendapat potongan zakat.
Tetapi, aturan itu tidak menjadi kewajiban ASN. Jika tidak menginginkan gajinya dipotong untuk zakat, ASN bisa mengajukan penolakan melalui surat pernyataan.
Jika nantinya aturan itu sudah berlaku. Kemanakah uang tersebut akan disalurkan?
" Prinsipnya yang dilakukan Baznas dan Lembaga Amil Zakat, intinya untuk kemaslahatan masyarakat," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, di kantornya, Jakarta, Rabu 7 Februari 2018.
Lukman menuturkan, uang zakat tersebut bisa digunakan untuk pendidikan, membangun pondok pesantren, sekolah, madrasah, memberikan beasiswa, kegiatan sosial, dan rumah sakit, membantu korban bencana alam, atau membangun ekonomi masyarakat.
Lukman berharap, potensi dana zakat yang ada di Tanah Air dapat dikelola dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.
" Ini sebenarnya upaya mengaktualitasikan potensi begitu besarnya terkait dana zakat yang datang dari ASN Muslim," ujar dia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha