Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ahok Saat Bertemu Pasukan Oranye (jakartasoy.com)
Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama berangan-angan membangun sebuah bioskop rakyat. Nantinya masyarakat berpenghasilan rendah bisa menyaksikan film di bioskop tersebut.
Ahok berharap kehadiran bioskop rakyat bisa menjadi alternatif hiburan bagi pasukan berwarna yang selama ini telah membantu program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saar ini setidaknya sudah ada lima pasukan berwarna yaitu oranye, hijau, ungu, biru, dan kuning. Ahok berencana membentuk satu pasukan baru lagi berwarna merah.
“ Jadi bioskop rakyat di pasar-pasar itu untuk petugas PPSU (pasukan penanganan prasarana dan sarana umum), pasukan biru, pasukan hijau, dan lainnya,” kata Ahok, di XXI Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Dengan bioskop rakyat, Ahok menginginkan semakin banyak warga yang menonton film Indonesia. Dengan penonton yang semakin banyak, produksi film nasional juga diakui makin maju.
" Dan ini salah satu produk kreatif yang enggak bisa disusupi orang,” kata Ahok.
Menurut Ahok, langkah ini sebelumnya telah dilakukan di India yang membuat nama Bollywood menjadi mendunia.
Tentang film yang akan ditayangkan di bioskop rakyat, Ahok menyebut kemungkinan memutar film-film Indonesia yang sudah turun layar dari bioskop komersil. Rencananya PD Pasar Jaya akan mengelola bioskop rakyat tersebut.
Untuk tiketnya, para penonton hanya akan dikenakan tarif berkisar Rp 5-10 ribu. Dengan tarif murah tersebut, Ahok pesimistis ada pengusaha yang bersedia membangun bioskop rakyat ini.
“ Tapi kalau (bioskop rakyat) dibangun PD Pasar Jaya kan beda. Kami bisa ambil untung dari iklan, untuk menutup modal,” kata Ahok.
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin mengatakan, Ahok meminta pihaknya mengelola ruang kosong di pasar untuk dijadikan bioskop rakyat. Pengelolaan ini juga akan mengikusertakan pihak ketiga agar tidak melanggar ketentuan dalam peraturan daerah.
Rencananya, dari 153 pasar yang berada di bawah PD Pasar Jaya, 10 sampai 20 persen akan dibuka bioskop rakyat. Ini karena masih banyak pasar yang belum memenuhi standar untuk dibukanya bioskop.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya