Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (shutterstock)
Dream - Pinokio mungkin hanya sebuah dongeng anak-anak yang penuh khayalan. Namun para ilmuwan Spanyol di University of Granada baru-baru ini melakukan penelitian yang disebut 'efek kebalikan Pinokio'.
Seperti kita ketahui, Pinokio adalah cerita tentang boneka yang ingin hidup jadi manusia. Namun karena selalu berbohong, Pinokio mendapatkan hukuman dari Ibu Peri. Setiap kali Pinokio melakukan kebohongan, maka hidungnya akan semakin panjang.
Nah, para ilmuwan Spanyol rupanya menemukan fakta sebaliknya dari efek hukuman Pinokio tersebut. Dr Emilio Gómez Milán dan timnya mengatakan bahwa hidung kita tidak tumbuh memanjang, tetapi sedikit menyusut ketika berbohong.
Dengan mengembangkan detektor kebohongan yang menggunakan termografi, Dr Emilio menemukan setiap kali peserta dalam penelitian tidak jujur, suhu ujung hidung mereka turun hingga 1,2 derajat Celcius. Sedangkan suhu dahi mereka meningkat hingga 1,5 derajat Celcius.
© Dream

Mereka juga menemukan bahwa penurunan suhu pada ujung hidung akan menyebabkannya sedikit menyusut, meskipun perbedaannya tidak terdeteksi oleh mata manusia.
" Karena harus berpikir saat berbohong, maka suhu dahi akan meningkat. Sedangkan pada saat merasa cemas karena telah berbohong, suhu ujung hidung akan menurun," jelas Dr Emilio.
Untuk penelitian ini, Dr Emilio dan timnya meminta sejumlah 60 siswa untuk melakukan berbagai tugas saat sedang dipindai oleh pencitraan kebohongan termal.
Salah satu tugas ini melibatkan panggilan 3 hingga 4 menit ke orangtua mereka, sahabat atau teman. Mereka diminta menceritakan kebohongan besar.
Peserta penelitian harus merancang kebohongan itu sendiri selama melakukan panggilan. Saat itulah kamera detektor kebohongan termal akan menangkap 'efek kebalikan Pinokio' yang disebabkan oleh fluktuasi suhu di hidung dan dahi.
© Dream

Menariknya, detektor kebohongan termal mengambil perbedaan suhu sebesar 80 persen, yang merupakan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada detektor kebohongan modern.
" Dengan metode ini, kami telah mencapai tingkat akurasi yang lebih tinggi dan mengurangi terjadinya false positive, sesuatu yang sering terjadi jika menggunakan detektor kebohongan metode lain seperti polygraph," kata Dr Emilio.
Dia menambahkan penyidik kejahatan dan penegak hukum bisa menggabungkan teknologi deteksi kebohongan lainnya dengan pencitraan termal untuk mencapai hasil yang lebih baik suatu hari nanti.
Detektor kebohongan termal telah dijuluki yang paling dapat diandalkan di dunia, 10% lebih akurat dari poligon populer.
(Sumber: OddityCentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya