Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(The Mighty)
Dream - Nasihat lama berkata, sebaik-baiknya hidup adalah bermanfaat bagi orang lain. Hal itulah yang dilakukan oleh bayi Amalya Nathaniel.
Meski hanya hidup selama 80 menit di dunia, Nathaniel telah membantu banyak nyawa.
Kisah haru Nathaniel diceritakan oleh ibunya, Bethany Conckel yang dituturkan kepada The Mighty, dikutip Dream, Kamis 14 Mei 2014.
"Hidupnya singkat, hanya 80 menit. Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkannya. Tidak ada prosedur yang bisa memperbaiki bagian yang hilang dari tengkorak atau otaknya karena dia menderita anencephaly.
Kami hanya bisa mencintainya, merayakan kehadirannya dan menghabiskan waktu bersamanya. Kami telah melakukan segalanya untuk menyelamatkannya, tapi kami tidak bisa mencegah kematian.
Namun kami ingin membuat hidupnya bermakna. Untuk itu, kami memilih beramal dengan cara menyumbangkan organ, jaringan, dan seluruh bagian tubuhnya.
Setelah bayi mungil kami meninggal, kami mendonorkan liver, pankreas, darah tali pusat, darah dari jantung, sampel kulit, dan seluruh bagian tubuhnya, untuk berbagai riset.
Karena ukuran dan kondisinya tidak memenuhi syarat untuk transplantasi, kami sangat bahagia mengetahui organ-organ tubuhnya disumbangkan untuk riset.
Kami tidak tahu bagaimana donasi tersebut dipakai dalam riset, tapi kami bersyukur mendapat respon yang baik dari semua pemberian ini.
Livernya berguna bagi peneliti yang berusaha menemukan obat untuk kanker hati dan berbagai penyakit liver lainnya. Pankreasnya digunakan untuk meneliti diabetes tipe 1, khususnya bagi anak-anak dengan kondisi ini.
Darah tali pusatnya digunakan untuk menyelidiki penyebab anencephaly, penyakit yang merenggut nyawanya. Sementara darah inti dan sampel kulitnya dipakai dalam riset lapisan sel dan disimpan untuk penelitian di masa datang.
Masing-masing dari pemberian tersebut secara langsung menyelamatkan nyawa atau meningkatkan kualitas hidup orang banyak.
Nathaniel telah pergi delapan bulan yang lalu dan masa-masa hidupnya kami sebut sebagai magang sebelum akhirnya kembali menjadi abu.
Salah satu pencapaian terbesar dari Nathaniel setelah dia pergi delapan bulan yang lalu adalah dia telah membantu peneliti mendapatkan persetujuan FDA untuk melakukan prosedur penyelamatan hidup baru.
Sebelumnya cara tersebut sudah dilakukan selama tujuh tahun, tapi tidak pernah sukses. Setelah bekerja menggunakan organ Nathaniel, mereka kembali mengajukan dan akhirnya disetujui.
"Kami sangat bangga dengan bayi laki-laki kami itu, terutama dampak yang dia timbulkan kepada dunia," kata Bethany.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains