Keberanian Hijaber AS Menentang Donald Trump

Reporter : Irma Suryani
Selasa, 16 Februari 2016 13:15
Keberanian Hijaber AS Menentang Donald Trump
Ia merasa pernyataan dari Donald Trump bisa membuat Islamophobia di Amerika semakin terasa

Dream- Adalah Amara Majeed (18 tahun) seorang mahasiswi fakultas hukum di Universitas Brown, Rhode Island, yang mencetak sejarah dengan membalas pernyataan dari bakal Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat, Donald Trump.

Hijaber keturunan dari Sri Lanka ini merupakan satu-satunya mahasiswi di universitas tersebut yang mengenakan hijab. " Aku rasa, aku menjadi hijaber pertama di Brown," papar Amara Majeed seperti dikutip dari ABC News, Selasa, 16 Februari 2016.

Majeed menceritakan bagaimana pengalaman buruknya yang mendapatkan cemooh dari sekitar karena menggunakan jilbab.

" Jujur, saya mendapatkan banyak kebencian. Orang-orang mengatakan, Kau teroris. Kau harus ke negara asal, dan mereka berharap saya terkena penyakit AIDS dan sebagainya," kenang Majed.

Majeed yang tengah menjadi aktivis dan berjuang mengubah stigma masyarakat AS terhadap penggunaan hijab dan islamophobia menilai pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Donald Trump merupakan hal buruk.

Berbekal keberanian, Majeed pun menuliskan surat terbuka kepada Capres dari Partai Republik Donald Trump. Berikut isi penggalan surat yang ditulis oleh Majeed untuk Donald Trump.

" Dengan segala hormat, Pak Trump, Anda adalah seorang demagog yang memanfaatkan ketakutan dan paranoia masyarakat Amerika, Anda mengkambinghitamkan seluruh penduduk yang berjumlah 1,6 miliar untuk kampanye, dalam upaya membuat Amerika besar lagi"

Beri Komentar