Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Advokat Hotman Paris Hutapea (nytimes.com)
Dream - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, menggelar sayembara berhadiah Lamborgini. Mobil mewah ini akan diberikan kepada siapa saja yang berhasil menyadarkan ahli yang dihadirkan jaksa ke persidangan Jessica Kumala Wongso.
Hotman menyebut, keterangan ahli toksikologi forensik, AKBP Nur Samran Abadi dan I Made Agus Gelgel Wirasuta sangat tidak rasional. Dalam persidangan, keduanya membeberkan perkiraan rentang waktu Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi Wayan Mirna Salihin.
"Ahli toksikologi Nur Samran Subandi menyatakan rentang waktu 16.30-16.45, pada Rabu, 6 Januari 2016, merupakan penguasaan terdakwa terhadap minuman korban," ujar Hotman melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 18 Oktober 2016.
Jessica disebut menguasai es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, yang akhirnya diminum Mirna sebelum meninggal dunia. Sementara, dalam keterangan tersebut dinyatakan pada tanggal 11 April 2016 terjadi perubahan keterangan secara tiba-tiba.
"Waktu dimasukkannya bahan beracun natrium sianida (NaCN) oleh pelaku ke dalam minuman kopi yang diminum oleh korban adalah rentang waktu pukul 16.30-16.45, bagaimana bisa tambahan keterangan itu dimasukkan berdasarkan kesaksian dua ahli tersebut?" kata dia.
© Dream
Dengan argumen itu, Hotman rela memberi hadiah mobil Lamborghini senilai Rp 12 miliar. Dia berharap ada lembaga sosial atau amal yang mampu menyadarkan dua ahli yang diajukan jaksa itu, sehingga bersedia kembali bersaksi dan memberikan keterangan yang benar dan objektif.
© Dream
Hotman juga menyorot pembelaan yang dibuat pengacara Jessica. Menurut dia, pleidoi itu tidak perlu sebanyak 4.000 halaman. Cukup dengan setengah halaman saja.
Tetapi, pleidoi tersebut menyertakan dalil 'strategi jaksa memakai pembuktian kesaksian berantai (ketting bewijs) dengan mengganti para saksi fakta dengan ahli bertentangan dengan syarat mutlak ketting bewijs'.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire