Hotman Gelar Sayembara Kasus Jessica Hadiah Lamborghini Rp12 M

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 18 Oktober 2016 12:20
Hotman Gelar Sayembara Kasus Jessica Hadiah Lamborghini Rp12 M
Dia menyiapkan hadiah satu unit mobil mewah Lamborghini senilai Rp12 miliar bagi siapa saja yang dapat menyadarkan ahli dari Jaksa di sidang kopi sianida.

Dream - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, menggelar sayembara berhadiah Lamborgini. Mobil mewah ini akan diberikan kepada siapa saja yang berhasil menyadarkan ahli yang dihadirkan jaksa ke persidangan Jessica Kumala Wongso.

Hotman menyebut, keterangan ahli toksikologi forensik, AKBP Nur Samran Abadi dan I Made Agus Gelgel Wirasuta sangat tidak rasional. Dalam persidangan, keduanya membeberkan perkiraan rentang waktu Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi Wayan Mirna Salihin.

" Ahli toksikologi Nur Samran Subandi menyatakan rentang waktu 16.30-16.45, pada Rabu, 6 Januari 2016, merupakan penguasaan terdakwa terhadap minuman korban," ujar Hotman melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 18 Oktober 2016.

Jessica disebut menguasai es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, yang akhirnya diminum Mirna sebelum meninggal dunia. Sementara, dalam keterangan tersebut dinyatakan pada tanggal 11 April 2016 terjadi perubahan keterangan secara tiba-tiba.

" Waktu dimasukkannya bahan beracun natrium sianida (NaCN) oleh pelaku ke dalam minuman kopi yang diminum oleh korban adalah rentang waktu pukul 16.30-16.45, bagaimana bisa tambahan keterangan itu dimasukkan berdasarkan kesaksian dua ahli tersebut?" kata dia.

1 dari 2 halaman

Lamborghini Rp12 Miliar Siap Diantar

Dengan argumen itu, Hotman rela memberi hadiah mobil Lamborghini senilai Rp 12 miliar. Dia berharap ada lembaga sosial atau amal yang mampu menyadarkan dua ahli yang diajukan jaksa itu, sehingga bersedia kembali bersaksi dan memberikan keterangan yang benar dan objektif.

2 dari 2 halaman

Tak Perlu Pembelaan 4.000 Lembar

Hotman juga menyorot pembelaan yang dibuat pengacara Jessica. Menurut dia, pleidoi itu tidak perlu sebanyak 4.000 halaman. Cukup dengan setengah halaman saja.

Tetapi, pleidoi tersebut menyertakan dalil 'strategi jaksa memakai pembuktian kesaksian berantai (ketting bewijs) dengan mengganti para saksi fakta dengan ahli bertentangan dengan syarat mutlak ketting bewijs'.

Beri Komentar