Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang ibu di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, nekat melakukan persalinan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Wanita dengan inisial E diduga berusaha melahirkan bayinya yang prematur di Desa Kajowair pada 12 Juli lalu.
Namun, saat melahirkan dengan caranya sendiri, E diduga terlalu kuat menarik bayinya hingga kepalanya putus dan tertinggal di dalam perut.
Kejadian mengenaskan itu bermula ketika E bersama anak dan kakak iparnya baru pulang jalan kaki dari acara di rumah saudaranya sehari sebelumnya.
Setibanya mereka di rumah kira-kira pukul 10 malam, E mengaku sangat kelelahan, lalu masuk ke kamar mandi untuk buang air.
Namun, karena agak lama berada di kamar mandi anaknya yang masih kecil yang berusia tiga tahun memanggilnya.
Beberapa lama kemudian, sekitar jam 2 pagi, E kembali masuk ke dalam kamar mandi karena perutnya terasa sakit.
Rupanya E berniat ingin melahirkan bayinya sendirian. Tetapi E terlalu kuat saat menarik keluar bayinya.
Akibatnya kepala bayi malang itu putus hingga tertinggal di dalam perut E.
Karena panik dengan kejadian tersebut, E membungkus tubuh bayinya dengan plastik warna merah sebelum menggantungnya di langit-langit rumah.
Pada keesokan paginya, E membawa jenazah bayi tersebut kepada seorang bidan desa. Kemudian, bersama bidan itu, dia ke Puskesmas Hewokloang untuk membantu mengeluarkan kepala bayi di dalam perutnya.
Sementara itu, Kapolsek Sikka, Iptu Margono, membenarkan pihaknya menerima laporan tentang kejadian tersebut.
" Jadi ibu ini memang melahirkan bayi prematur akibat kelelahan setelah berjalan kaki saat pulang ke rumahnya
" Kami mendapat laporan bahwa ibu tersebut memiliki suami. Mengenai kemungkinan kasusnya termasuk kejahatan atau tidak, kami masih menyelidikinya," jelas Margono.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya