Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr Li Meng-Yan Mengungkap Virus Corona Berasal Dari Lab Militer (Sumber: Fox News)
Dream - Seorang ahli medis China, Li Meng-Yan, mengungkap klaim mengejutkan. Dia menyatakan bahwa virus corona yang semula disebut berasal dari Pasar Hewan Wuhan dan sekarang menjadi pandmei sejatinya berasal dari laboratorium militer.
Wanita yang dikenal sebagai ahli virologi dari Hong Kong itu sempat merasa takut " dihilangkan" oleh pasukan China karena keyakinan itu.
" Saya sadar ketika saya mengungkapkan hal ini, saya bisa menghilang kapan saja. Sama seperti pengunjuk rasa di Hong Kong," ungkapnya dalam video siaran langsung dengan Lude Press.
" Aku bisa menghilang kapan saja. Bahkan namaku tidak akan ada lagi," tambah Li.

Setelah mengungkapkan penemuannya pada atasannya di Hong Kong School of Public Health, Li tidak mendapat respons serius.
Dirinya bahkan diberitahu untuk tidak melewati " garis merah" pemerintah China dan tetap diam dan berhati-hati.
Ia akhirnya memutuskan pindah ke Amerika Serikat demi keselamatannya sendiri.
Li menceritakan bahwa dirinya menyadari temuan tersebut ketika mempelajari proses penularan virus. Ia meyakini virus Corona Covid-19 berasal dari fasilitas penelitian yang terkait dengan tentara.
" Pasar Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," katanya.
Sementara itu, kantor direktur intelijen nasional AS telah menyatakan Covid-19 bukanlah buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis. Hal ini dibuktikan setelah Presiden Trump berkali-kali meyakini virus tersebut diproduksi di Cina.
![]()
Pada bulan Mei lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sempat ditanya oleh seorang wartawan mengenai keyakinannya tentang kemunculan virus Corona Covid-19 dari Institut Virologi Wuhan. Trump menjawab dirinya sudah menemukan bukti bahwa virus tersebut memang diproduksi di Cina.
" Dan saya pikir WHO harusnya malu karena mereka seperti agen humas untuk Cina," jelas Trump kala itu.
Karena pernyataan kontroversialnya tersebut, Trump pun ditekan berbagai pihak untuk membuktikan kebenaran ucapannya.
" Saya tidak bisa memberitahu. Saya tidak diizinkan memberitahu apapun," jawab Trump memberi alasan.
Sejumlah pemerintah di seluruh dunia mengkritik keengganan Cina untuk berbagi informasi tentang virus corona Covid-19.
The Five Eyes -sebuah kelompok dari badan-badan intelijen dari AS, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru- menyebut tanggapan rahasia Cina terhadap pandemi sama saja seperti 'serangan terhadap transparansi internasional'
Sumber Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya