Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Www.ohmyfood.fr)
Dream - Baru-baru ini seorang ilmuwan Amerika menemukan cokelat 'pintar' pencegah penyakit pikun. Cokelat yang diberi nama Novel itu terbuat dari ekstrak kakao diet.
Penemu cokelat tersebut, Dr Giulio Maria Pasinetti, mengklaim cokelat tersebut ampuh untuk menjaga kesehatan otak sekaligus mampu mencegah penyakit atau kelainan neuro-degeneratif seperti alzheimer atau kepikunan pada orang tua.
" Cokelat Novel ini dapat mencegah gangguan neuro-degeneratif seperti Azheimer yang merupakan bentuk paling umum dari penyakit demensia yang menyerang sekitar 44 juta orang di seluruh dunia," ujar Dr Giulio Maria Pasinetti, Profesor Neurologi dari Icahn School of Medicine, New York dikutip dari situs Hindustantimes.
Dr Giulio menambahkan, ekstrak kakao yang digunakan sebagai bahan pembuat cokelat ini memiliki kandungan polyphenol-mikronutrien yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Terutama, untuk mengantisipasi penurunan fungsi otak yang terjadi seiring pertambahan usia.
Cokelat Novel dibuat dengan prosedur pengolahan khusus sehingga mampu mengoptimalkan pengaruh kandungan polyphenol di dalamnya untuk kesehatan otak. Sehingga, dapat berdampak baik pula bagi aktivitas biologis manusia.
" Cokelat-cokelat yang ada selama ini umumnya tidak diolah dengan baik sehingga justru mengakibatkan hilangnya sebanyak 90 persen kandungan polyphenol dari dalam kakao," ujar Dr Giulio.
Dr Giulio bersama beberapa ilmuwan lainnya masih akan melakukan penelitian lanjutan terkait penemuan ini. Diharapkan nantinya cokelat pintar ini dapat dijadikan solusi alternatif bagi para penderita penyakit alzheimer atau kepikunan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya