Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Keluarga Fuad Lew Abdullah Saat Merayakan Imlek (themalaysianinsider.com)
Dream - Hari Raya Imlek ternyata tidak hanya menjadi hari raya pemeluk Konghucu. Para muslim keturunan Tionghoa ternyata juga tidak mau melewatkan hadirnya momen bahagia ini.
Salah satunya dilakukan Fuad Lew Abdullah. 43 tahun dan keluarga. Warga Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia ini selalu menggelar makan malam reuni pada perayaan Imlek.
Fuad merupakan seorang keturunan Tionghoa yang memeluk Islam sejak dua dekade lalu. Dia selalu merayakan tradisi Tiongkok yang merupakan warisan budaya.
" Makan malam reuni adalah waktu bagi keluarga dan teman-teman, baik Muslim maupun non-Muslim," ujar Fuad.
" Rumah saya selalu menjadi tempat berkumpul, tapi terkadang kami juga makan malam di restoran," ucap dia.
Meski begitu, Fuad mengaku menjadi hal yang tidak biasa apabila rumahnya didekorasi menggunakan lampion merah dan spanduk bertuliskan pepatah dalam huruf Tiongkok.
Istrinya, Rosmina Mohamad, 43 tahun, telah terbiasa memasak untuk reuni keluarga yang terdiri dari non-Muslim dan sebagian mualaf. Tetapi, Rosmina hanya menyediakan makanan halal.
" Dia menyiapkan makanan perpaduan Melayu dan Tiongkok, memadukan dua budaya bersama seperti yang selama ini kami lakukan," kata Fuad.
Fuad sempat mengalami kekhawatiran saat dia menjalani masa-masa awal menjadi seorang Muslim. Ini lantaran kebiasaannya menjalankan tradisi Imlek dianggap melanggar ajaran Islam.
Dia lantas berkonsultasi dengan sejumlah ulama. Pada akhirnya, Fuad mendapatkan jawaban kebiasaan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
" Akhirnya saya belajar, selama saya tidak melanggar ajaran agama saya, tidak apa-apa," kata dia.
Sumber: themalaysianinsider.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha