Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Para siswa Muslim di kawasan Howard County, Baltimore, Maryland, Amerika Serikat kini dapat tersenyum. Setelah sekian lama menanti agar bisa menikmati liburan di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, perjuangan mereka kini terjawab.
Dewan Pendidikan Howard sepakat memasukkan dua hari raya umat Islam tersebut ke dalam kalender akademik. Alhasil, para siswa memiliki kesempatan merayakan Idul Fitri dan Idul Adha tanpa sibuk dengan pelajaran.
" Saya sangat senang akhirnya Dewan bersedia membahas dan secara bulat menyetujui untuk melihat latar belakang dari masing-masing siswa dan keluarganya di Howard County," ujar Ketua Dewan Pendidikan Christine O'Connor.
" Kami ingin melakukan yang terbaik untuk menemukan fleksibilitas pada kalender untuk memberikan kesempatan bagi para siswa untuk merayakan seluruh budaya dalam masyarakat," kata dia.
Keputusan ini tidak hanya berlaku bagi para siswa Muslim. Siswa beragama lain seperti Hindu dan penganut keyakinan Tiongkok juga mendapat kesempatan hari libur merayakan Diwali dan Imlek.
Gagasan yang diusulkan oleh anggota dewas Janet Siddiqui disetujui oleh delapan anggota dewan lainnya. Ini menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan di Baltimore, yang mulai merangkul komunitas keagamaan.
" Saya tidak menemukan adanya perbedaan pendapat. Saya senang setiap orang mengakui budaya lain yang menjadikan Howard County tempat istimewa," ujar calon anggota dewan sekolah Kirsten Coombs.
Dalam tiga dekade terakhir, para siswa di Baltimore hanya merasakan libur dua Hari Raya Yahudi yaitu Yom Kippur dan Rosh Hashanah. Para siswa non-Yahudi kerap kesulitan merayakan hari raya masing-masing lantaran tidak dinyatakan sebagai hari libur.
Sumber: baltimoresun.com
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
