Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (isafyi.com)
Dream - Hasil kuis yang dilakukan oleh media ABC International terkait penyelengaraan KTT G20 di Brisbane pekan lalu menunjukkan hasil yang unik. Setelah menganalisis lebih dari setengah juta jawaban yang didapat dalam the world's hardest G20 quiz itu, ABC International mendapatkan jawaban bahwa Indonesia menjadi negara paling bahagia di antara negara-negara lain peserta G20.
Menurut laman ABC International, sebagaimana dikutip Dream pada Selasa 18 November 2014, Indonesia mendapat skor 80 persen sebagai negara dengan rakyat paling bahagia. Berturut-turut diikuti oleh Australia dan Kanada dengan skor 79 persen serta Argentina dan Amerika Serikat dengan skor 78 persen.
Sementara, China menempati urutan ke-6 sebagai negara dengan rakyat paling bahagia dengan skor 76 persen. Nilai diperoleh oleh Prancis dan Meksiko. Italia dan Afrika Selatan menjadi negara berikutnya dengan skor 75 persen. Sementara Jerman dan Brasil mendapat skor 73 persen sebagai negara dengan rakyat paling bahagia.
Sementara di bidang ekonomi, Indonesia tercecer di urutan ke-16 dengan perkiraan Gross Domestic Product (GDP) sebesar 868.346 juta dolar. Untuk skala ekonomi terbesar ditempati negara-negara Uni Eropa dengan tingkat GDP 17.350.000 juta dolar. Disusul Amerika Serikat 16.800.000 juta dolar, dan China 9.240.270 juta dolar.
Indonesia boleh bangga menjadi negara paling bahagia. Tapi, terkait indeks persepsi korupsi, Indonesia menjadi terendah ke dua dengan skor 32. Posisi paling buncit adalah Rusia dengan skor 28. Sedangkan negara dengan indeks persepsi korupsi paling tinggi (paling bersih dari korupsi) adalah Australia dan Kanada dengan skor 81 disusul oleh Jerman, Britania Raya, dan Jepang dengan skor masing-masing 78, 76, dan 74.
Kuisioner ini juga memetakan tingkat kecepatan internet dari negara peserta G20. Hasilnya, Indonesia menjadi negara dengan internet paling lelet alias lambat. Kecepatan internet Indonesia rata-rata hanya 5,3 Mbps.
Sementara, negara dengan akses internet tercepat adalah Korea Selatan, yaitu 92,5 Mbps. Disusul Prancis dengan 35,2 Mbps, Amerika Serikat 31,4 Mbps, dan Inggsir 29,1 Mbps.
Sedangkan, berdasarkan kategori tingkat kegemukan Indonesia berada di urutan ke-16 dengan skor 6,823 persen. Sementara, Jepang menjadi negara dengan tingkat kegemukan paling rendah, yaitu 3,788 persen.
Negara dengan tingkat kegemukan paling tinggi adalah Arab Saudi dengan skor 35,1 persen. Disusul Amerika Serikat dengan skor 32,325 persen, Australia 28,513 persen, dan Afrika Selatan 27,615 persen. Kuis ini juga memetakan tingkat emisi karbon dioksida, tingkat keterwakilan perempuan dalam politik, dan kesetaraan gender. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya