Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Wapres JK Bersama Menlu Retno L Marsudi Mendatangi MUI (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) didampingi Menteri Luar Negeri, Retno L Marsudi mengunjungi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Selasa, 6 Maret 2018. Dalam pertemuan dengan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin, Wapres membahas persiapan Konferensi Ulama Internasional yang akan diselenggarakan pada bulan ini.
Tiga negara masing-masing dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia dijadwalkan akan mengikuti konferensi itu.
" Tadi kita bicara tentang persiapan pertemuan para ulama Afghanistan, Pakistan, Indonesia yang Insya Allah direncanakan bulan ini," kata JK di Kantor MUI, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.
Salah satu agenda dalam pertemuan itu adalah para ulama akan membahas perdamaian Afganistan.
" Pertemuan itu kita harapkan menghasilkan suatu kesepakatan atau fatwa bersama bagaimana menghadapi, mendamaikan Afganistan," ucap JK.
Rencananya, akan ada 15 ulama dari masing-masing negara yang mengikuti konferensi tersebut. " Jadi pertemuan ini hasilnya kita harapkan sebagai payung sebelum ada pertemuan perdamaian yang lebih teknis," ujar Wapres.
Diminta Damaikan Afghanistan
Sementara Retno mengatakan Indonesia diminta dunia internasional untuk membantu mendamaikan konflik yang terjadi di Afghanistna. Alasannya, Indonesia dianggap sebagai negara netral yang tidak memiliki kepentingan langsung baik politik maupun ekonomi.
Retno menambahkan Indonesia juga dinilai telah mampu mendamaikan konflik dalam negeri seperti Aceh dan Poso.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi menambahkan dalam konferensi itu MUI berencana akan mengundang ulama dari Thaliban yang notabenenya memiliki kekuatan di Afganistan.

Nantinya, MUI akan mendengarkan pernyataan dari ulama Taliban yang mengeluarkan fatwa memperbolehkan bom bunuh diri dan menyerang pemerintahan yang sah.
" Kami ingin undang mereka (ulama Taliban), agar diskusi masalahnya apa," ujar Muhyiddin.
Muhyiddin menjelaskan, Pakistan ikut diundang karena ulama Taliban banyak yang tinggal di negara itu.
" Ulama Taliban banyak tinggal di Pakistan, sehingga kita murni ini netral. Silakan diskusi kita pantau," kata Muhyidin.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan