Survei: Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Jeblok, Peringkat 61 dari 100 Negara

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 12 Desember 2019 10:01
Survei: Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Jeblok, Peringkat 61 dari 100 Negara
Indonesia berada di bawah empat negara Asean.

Dream - Hasil penelitian EF Education First menunjukkan kemahiran berbahasa Inggris orang dewasa di Indonesia berada di bawah rata-rata negara-negara Asia. Kemampuan masyarakat Indonesia bahkan hanya berada di peringkat 61 dari 100 negara yang disurvei.

Laporan penelitian bertajuk EF English Proficiency Index (EF EPI) edisi ke-9/2019, yang disusun berdasarkan analisa data hasil tes bahasa Inggris secara online terhadap 2,3 juta peserta, itu menunjukkan skor Indonesia hanya 50,06. Angka ini sedikit turun bila dibandingkan dengan tahun lalu, yang sebesar 51.58.

Perolehan skor Indonesia berada di bawah nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris kawasan Asia, dengan skor 53.00, atau peringkat ke-5 di bawah negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (66.82), Filipina (60.04), Malaysia (58.55), dan Vietnam (51.57).

Meski demikian, kemampuan skor berbahasa Inggris di sejumlah wilayah di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tertinggi di tahun 2019 yaitu di kota Yogyakarta dan Bandung.

Atas pencapaian ini, EF Education First akan menganugerahi predikat Best Region dan Most Improved Region kepada provinsi Yogyakarta dan Best City kepada kota Bandung melalui penghargaan EF EPI Best Awards 2019.

1 dari 2 halaman

Metode Riset

Executive Director of Academic Affairs & Partnership EF Education First, Dr. Minh Tran, mengatakan, kemampuan berbahasa Inggris memberi peluang untuk memperlebar jaringan, memahami suatu ide, dan studi kasus tertentu.

“ Selain itu, kemampuan ini juga memungkinkan setiap orang untuk mengejar peluang karir lainnya sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam perekonomian atau kehidupan individu itu sendiri,” kata Minh, Rabu 11 Desember 2019.

Kajian yang dikembangkan EF EPI ini mengukur tingkat kemahiran berbahasa Inggris orang dewasa dari 100 negara dan wilayah di dunia.

Laporan ini disusun berdasarkan analisa data dari hasil tes bahasa Inggris yang dilakukan oleh 2,3 juta peserta yang berpartisipasi melalui tes online EF Standard English Test (EFSET), tes bahasa Inggris adaptif yang didesain oleh para ahli untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris sebagaimana tes-tes lainnya seperti TOEIC, TOEFL atau IELTS.

2 dari 2 halaman

Empat Negara di Benua Eropa

Semua konten tes pada EFSET telah diuji sebelumnya pada ratusan ribu pelajar internasional selama bertahun-tahun, di semua tingkat Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), panduan yang digunakan untuk menjelaskan pencapaian pelajar bahasa asing yang dikembangkan, disetujui oleh Dewan Eropa dan diakui sebagai standar internasional.

Secara keseluruhan, riset EF EPI menyimpulkan rerata skor kecakapan bahasa Inggris di seluruh dunia bergerak stabil. Empat negara di benua Eropa, Belanda, Swedia, Norwegia, Denmark, menjadi yang teratas, disusul Singapura, Afrika Selatan, Finlandia, Austria, Luksemburg, dan Jerman.

“ Secara umum, jumlah peserta yang mengikuti EF Standard English Test (EFSET) tahun ini naik 77 persen dibandingkan tahun lalu, ada delapan negara partisipan baru yakni Bahrain, Pantai Gading, Kenya, Kirgizstan, Maladewa, Nepal, Paraguay, dan Sudan, serta hubungan antara kecakapan bahasa Inggris, keterlibatan internasional dan konektivitas global,” kata Minh.

Beri Komentar