Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peresmian Pesantren Modern Internasional Dea Malela Di Sumbawa (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo meresmikan berdirinya Pesantren Modern Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jokowi mengaku kagum pada bentuk bangunan pesantren yang unik menyesuaikan kontur perbukitan.
" Ini akan menjadi kampus internasional, Insya Allah bukan suatu mimpi, tetapi akan menjadi sebuah kenyataan," ujar Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Senin 30 Juli 2018.
Pesantren Dea Malela diproyeksikan sebagai institusi pendidikan Islam skala internasional. Auditorium pesantren ini dinamai dengan nama Jokowi yaitu Insinyur Joko Widodo.
" Saya juga belum tahu gambarnya kayak apa, jangan-jangan gedungnya besar sekali. Jadi saya belum berani jawab tapi saya sudah mengiyakan, bismilah," kata Jokowi.
Kemudian, Jokowi mengingatkan Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak sekali perbedaan mulai dari suku, budaya, hingga agama. Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap bisa bersatu dalam perbedaan tersebut.
" Oleh sebab itu, saya mengajak kita semuanya untuk merawat ukhuwah Islamiyah, merawat ukhuwah Wathaniyah, karena itulah tugas kita bersama karena kita berbeda-beda," kata Jokowi.
Pada kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, mengatakan para santri yang mondok di Dea Malela sebagian besar berasal dari Thailand, Kamboja, Rusia, dan Timor Leste.
" Pembangunan fasilitas gedung pesantren didukung oleh Kementerian PUPR, Kementerian Dikbud, Kementerian Agama, dan perusahaan BUMN Pertamina, PLN, BNI, dan BRI," ucap Din.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya