Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Tumenggung Jelitai (Kanan/Sumberfoto: Kilasjambi.com)
Dream - Terbiasa hidup sebagai orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di pedalaman Jambi, membuat lelaki berusia 43 tahun ini memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi. Namun pemilik nama lengkap Tumenggung Jelitai ini akhirnya memilih untuk berbaur dengan masyarakat luar yakni masyarakat di daerah sungai Geger, Desa Kelapa di RT 07, Kecamatan Muarosebo Ulu, Kabupaten Batanghari.
Mencoba untuk tinggal di desa yang mayoritas penduduknya Islam, Jelitai sedikit-sedikit mulai belajar dan memahami agama Islam. Meski sebelumnya Jelitai menganut kepercayaan animisme dengan mempercayai pohon-pohon yang dianggap keramat.
Pada tahun 2010, Jelitai sekeluarga mulia tinggal di rumah sosial yang dibangun pemerintah setempat. Mereka sekeluarga hidup saling berdampingan dan belajar tentang Islam. Hari-hari Jelitai kini sangat jauh berbeda saat menjadi SAD dulu. Usai memeluk Islam, Jelitai tak lagi mengkonsumsi makanan-makanan yang dilarang oleh Islam seperti babi misalnya. Jika sebelumnya ia gemar memburu babi kini tidak lagi.
Keinginan terbesar Jelitai yakni bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Bahkan ia ingin anak-anaknya mengenyam pendidikan di pesantren agar bisa mendalami ilmu agama Islam.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jelitai bercocok tanam, seperti menanam ubi, karet dan kelapa sawit. Kini keluarganya dan Keluarga adiknya telah memeluk agama Islam dan menjadi seorang muslim. Meski begitu ia tidak melupakan nilai-nilai adat nenek moyangnya sebagai orang rimba pantang hukumnya bila merusak lingkungan.
Ingin tahu lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan