Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya nekat mengunjungi Afghanistan akhir Januari 2018. Padahal, beberapa hari sebelum kedatangannya, terjadi ledakan bom yang menewaskan ratusan orang.
" Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan," ujar Jokowi, saat membuka Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu 14 Februari 2018.
Jokowi mengatakan, upaya ke Afghanistan sebagai bentuk menjalankan amanat konstituti. Selain mencerdaskan dan memajukan kesejahteraan bangsa, pemerintah juga harus menunjukkan kepedulian bagi warga dunia yang kesulitan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyontohkan, salah satu perjuangan politik bangsa Indonesia di dunia internasional yaitu dukungan terhadap Palestina.
" Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi menyebut, Indonesia aktif memberi bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan diplomasi damai dengan pihak yang berseteru.
" Januari 2018 saya berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox's Bazar (lokasi pengungsian) kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox's Bazar," ucap dia.
Di tengah kunjungan negara-negara yang mengalami krisis kemanusiaan, Jokowi teringat pesan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.
" Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung," kata dia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha