Ratu Belanda Sambangi Istana, Jokowi Ajukan 2 Permintaan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 13 Februari 2018 17:45
Ratu Belanda Sambangi Istana, Jokowi Ajukan 2 Permintaan
Ratu Maxima datang dalam kapasitas sebagai utusan PBB untuk inklusi keuangan

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kedatangan kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima. Apa yang dibahas?

Dikutip dari setkab.go.id, Selasa 13 Februari 2018, Ratu Belanda dan rombongan tiba di Istana Merdeka pukul 09.15 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta Ratu Maxima untuk mendorong sistem keuangan inklusif di Indonesia.

Dia berkata ada dua hal yang diperlukan untuk mendorong keuangan yang inklusif, yaitu penyederhanaan sistem dan penyederhanaan izin-izin.

“ Kalau dua hal itu belum kita selesaikan, ya, majunya tidak bisa sepesat yang kita inginkan,” kata mantan gubernur DKI Jakarta.

Jokowi menginginkan rakyat bisa mengakses layanan perbankan dan sektor keuangan lainnya secara sederhana dan cepat.

“ Semua masyarakat harus bisa masuk ke banking system, bisa masuk ke sistem keuangan kita sehingga akses untuk permodalan, akses untuk mendapatkan keuangan dari sana bisa didapatkan, terutama yang mikro,” kata dia.

Kunjungan Ratu Maxima ke Indonesia bukan yang pertama kali. Pada September 2016, Ratu Maxima bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan ini, mantan wali kota Solo didampingi oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Kepala Bappenas, Bambang P. S. Brodjonegoro, dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Siapkan Pengembangan Inklusi Keuangan

Darmin mengatakan, sejak kedatangan Ratu Maxima pada 2016, pemerintah sudah menyiapkan pengembangan keuangan inklusi di Indonesia. Meskipun tertinggal dari negara lain, lanjut dia, pemerintah sudah mengembangkan beberapa program, misalnya Program Keluarga Harapan (OJK) yang menyasar 6 juta keluarga. Ada juga bantuan non tunai dan kredit usaha rakyat (KUR).

“ Itu semua sekarang pakai rekening. Tak seperti dulu. Bahkan, BPJS juga pakai rekening. Kalau dikumpulkan, kita mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening,” kata Darmin.

Dia memerinci ada 6 juta peserta PKH, beras sejahtera (rastra) 1,2 juta, debitur KUR 4 juta, dan penerima bantuan beasiswa 18 juta orang.

“ Tahun 2019, targetnya tingkat inclusiveness kita itu akan sama dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju dari kita,” kata mantan gubernur Bank Indonesia ini.

(Sah)

Beri Komentar