Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kerusuhan 22 Mei (Liputan6.com)
Dream - Polda Metro Jaya mengamankan satu unit ambulans saat aksi di depan Gedung Bawaslu pada Selasa malam, 21 Mei 2019. Polisi mendapati ambulans tersebut memuat sejumlah batu.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, ambulans tersebut berangkat dari Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa pukul 20.00 WIB. Ambulans itu berisi tiga orang yaitu Y selaku sopir, I selaku sekretaris DPC Tasikmalaya, dan O selaku wakil sekretaris.
"Bertiga menggunakan mobil ambulans ini ke Jakarta, karena ada instruksi," ujar Argo dalam konferensi pers Polda Metro Jaya, Kamis 23 Mei 2019.
Argo mengatakan tersangka menyatakan ada istruksi agar masing-masing wilayah mengirimkan ambulans ke Jakarta. Mobil-mobil ambulans itu disiagakan untuk membantu jika ada korban dalam aksi 22 Mei.
"Mereka sudah mengantisipasi ada korban," kata Argo.
Di tengah jalan hingga kawasan Cokroaminoto Jakarta, kata Argo, ada dua orang menumpang sehingga mobil itu berisi lima orang. Dia menyebut dua orang itu berasal dari Riau.
"Setelah kita cek, dia adalah simpatisan, bukan pengurus (partai)," terang Argo.
Setelah itu, ambulans tersebut bergerak menuju Bawaslu. Pada Rabu, 22 Mei 2019 pukul 04.00 WIB, terjadi lemparan antara massa dengan petugas keamanan.
"Ada saksi yang melihat batu diambil dari mobil tersebut," kata dia.
Petugas segera bergerak melakukan penyisiran. Mobil itu kemudian ditemukan lalu dibawa ke Polda Metro Jaya.
Ketika diperiksa, pelaku mengaku tidak tahu dari mana asal batu-batu tersebut. "Dari yang bersangkutan, katanya tidak tahu ada batu di dalam mobil," ucap Argo
Selanjutnya, Argo mengatakan mobil ambulans tersebut berpelat nomor B 9689 PCF terdaftar atas nama PT Arsari Pratama. Perusahaan pemilik mobil itu berkantor di Jakarta Pusat.
Para pelaku kini dijerat Pasal 55, 56, 170, 212, dan Pasal 214 KUHP. Dengan ancaman pidana 5 tahun penjara ke atas.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya