Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sahur merupakan amanah yang disunnahkan untuk dikerjakan ketika akan menjalankan puasa. Dalam makan sahur terdapat keberkahan bagi mereka yang menjalankannya.
Menahan lapar dan haus selama berpuasa merupakan yang berat. Atas dasar itulah makan sahur disyariatkan agar puasa yang dijalankan tidak menjadi berat.
Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya mengakhirkan sahur. Anjuran ini terdapat dalam banyak hadis, misalnnya hadis riwayat Imam Ahmad, " Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."
Menurut Abu Bakar Al Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid, maksud mengakhirkan sahur yaitu mengerjakan sahur di sepertiga malam terakhir.
" Nabi SAW pernah ditanya, 'Malam apa yang paling didengar (doa)?' 'Sepertiga terakhir malam,' tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, 'Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.' Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT."
Dari keterangan ini, sepertinya tujuan mengakhirkan sahur bukan semata untuk makan dan minum. Mengakhirkan sahur sepertinya dimaksudkan agar diiringi dengan ibadah lain seperti sholat malam, zikir, dan berdoa.
Ini mengingat sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat tepat untuk beribadah. Rasulullah pun terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir untuk sholat malam.
Hal ini didasarkan pada kesaksian Hudzaifah yang pernah makan sahur bersama Rasulullah, yang terekam dalam hadis diriwayatkan Ibnu Majah. Kesaksian ini diperkuat pengakuan Zaid bin Tsabit yang menyatakan dia pernah sahur bersama Rasulullah, kemudian mengerjakan sholat subuh.
Dari pendapat ini, dapat disimpulkan waktu terbaik sahur adalah sepertiga malam terakhir. Akan lebih utama lagi jika sahur dilakukan menjelang waktu subuh.
Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap, silakan baca pada tautan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya