Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendikbud Era Presiden Soeharto Wiranto Arismunandar
Dream - Indonesia kembali diterpa kabar duka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Soeharto, Wiranto Arismunandar, meninggal dunia hari ini.
Kabar tersebut disampaikan Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat akun Twitter @itbofficial. Diketahui, Wiranto juga pernah menjabat sebagai Rektor ITB.
" Rektor, Pimpinan, dan Segenap Keluarga Besar ITB turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME. (Rektor Institut Teknologi Bandung Periode 1988-1997). Semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya," demikian kabar tersebut.
Wiranto meninggal pada pukul 13.04 WIB. Dia mengembuskan napas terakhir saat dalam perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Wiranto lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 19 November 1933. Dia merupakan kakak kandung dari eks Pangkostrad sekaligus Ketua KONI, Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar.
Rektor, Pimpinan, dan Segenap Keluarga Besar ITB turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME. (Rektor Institut Teknologi Bandung Periode 1988-1997). Semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya.#beritadukacita pic.twitter.com/DKC2RCF4u7
— Institut Teknologi Bandung (@itbofficial)May 19, 2021
Dream - Indonesia kembali berduka setelah salah satu tokohnya. Wimar Witoelar, mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid tutup meninggal dunia pada hari ini, Rabu, 19 Mei 2021 pagi tadi.
Wimar meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta setelah sempat menjalani perawatan intensif.
" Iya, meninggal di RS Pondok Indak jam 09.00 WIB," ujar rekan sejawat Wimar, Wahyu Muryadi, dikutip dari Merdeka.com.
Jenazah Wimar disemayamkan di rumah duka di Jalan Madrasah 5B, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini namun belum diketahui lokasi pemakamannya.
Menurut Wahyu, Wimar meninggal akibat mengalami gagal fungsi organ. Wimar sempat mengalami kondisi kritis sebelum meninggal.
Wimar dikenal sebagai sosok yang kritis namun jenaka. Dia menjadi Jubir Presiden Gus Dur pada rentang waktu 26 Oktober 1999 hingga 9 Agustus 2001.
Sebelumnya, dia berkarier di bidang media dan komunikasi. Wimar pernah membawakan acara Perspektif yang siar di SCTV pada 1994, sebuah program siaran berisi kritik terhadap kebijakan Orde Baru.
Wimar pun terlibat dapat upaya reformasi. Namanya kemudian dikenal sebagai tokoh reformasi, pegiat media, serta kolumnis.
Selama berkarier, dia telah menghasilkan sejumlah catatan. Di antaranya buku No Regrets (2002), A Book About Nothing (2006), More About Nothing (2009), dan Sweet Nothings (2014).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya