Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Pemuda Ini Jadi Korban Kekejaman Zionis Israel. (Foto: Twitter Screen Mix)
Dream - Sejak pekan lalu, Israel terus melancarkan serangan udara di seluruh Gaza sebagai tanggapan atas serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas.
Sementara organisasi pelindung warga Gaza itu sebelumnya mengakui serangan roket itu sebagai balasan atas ketegangan di sekitar Masjid Aqsa di Yerusalem yang dipicu Israel.
Serangan balik oleh Israel menyebabkan puluhan warga sipil termasuk anak-anak dilaporkan tewas dan terluka parah.
Di antara korban serangan udara tersebut adalah seorang pemuda Palestina yang dikenal sebagai Ibrahim Al-Shanbari.
Kematiannya menjadi perhatian netizen di Twitter setelah sebuah foto menunjukkan almarhum membagikan hadiah kepada anak-anak di dalam masjid viral.
Menurut sebuah postingan di Twitter, foto tersebut diambil tiga jam sebelum Ibrahim meninggal. Keterangan di postingan bertanggal 11 Mei itu menyebut anak-anak tersebut adalah murid-murid Ibrahim.
Almarhum diyakini memberi hadiah kepada murid-muridnya di dalam masjid yang waktu itu merayakan Idul Fitri. Hadiah itu juga diberikan karena murid-muridnya berhasil menghafal Al-Quran.

Netizen dari seluruh dunia membanjiri cuitan tersebut untuk mengungkapkan belasungkawa. Mereka mengaku menangis atas kematian Ibrahim.
Sumber: Siakapkeli.my
Dream - Eran Efranti , seorang pria mengaku mantan tentara zionis Israel membongkar penindasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Pengakuannya itu pernah dimuat oleh kanal YouTube Cordova Media.
Dalam video tersebut, Eran menceritakan awal mula merasa ada kejanggalan dalam pekerjaan yang ia jalani. Eran pernah merasa kebingungan ketika melihat raut wajah warga Palestina terutama anak-anak saat melihat dirinya dan para tentara Israel. Pemandangannya itulah yang membuatnya merasa ada hal aneh yang terjadi.
Sebelum menjadi tentara, Eran diketahui bekerja sebagai seorang pendidik dan sangat suka anak-anak. Pengalaman itulah yang membuatnya bingung ketika anak-anak Palestina yang ditemuinya selalu merasa ketakutan.
" Dan saat ini saya menyadarinya setelah melihat banyak perspektif bahwa mereka melihat pada diri saya," kata Eran.
Ia mengatakan, bahwa warga Palestina yang tinggal di wilayah tempatnya bertugas berada di bawah kendalinya. Sehingga, ia dan para tentara Israel bebas melakukan apapun kepada para warga Palestina.
Setelah beberapa waktu berlalu Eran mulai merasa dan memahami ada yang salah dalam pekerjaannya. Eran mengaku keberadaanya justru merasa telah meneror warga Palestina.

" Di awal karier militer, saya kemudian menyadari dan memahami bahwa ada seseorang yang berdusta padaku selama ini. Saya tidak merasa melindungi siapapun dan saya tidak merasa membantu siapapun atau merasa lebih aman," kata Eran.
" Saya merasa telah meneror orang lain," tambahnya.
Selama bergabung bersama tentara Israel, lama kelamaan Eran menyebut justru semaki merasa dirinya sebagai seorang teroris. Sebab, dalam pekerjaannya itu ia dituntut untuk menakut-nakuti warga Palestina agar selalu hidup di bawah tekanan dan ancaman.

" Saya merasa saya adalah seorang teroris dan pekerjaan saya adalah untuk menakut-nakuti orang lain agar mereka tidak berpikir untuk melawan para pemukiman atau militer Israel," kata Eran.
" Itu adalah misi utama kami untuk memastikan rasa takut pada hati penduduk Palestina terus tertanam dan lain sebagainya. Dan itulah sebenarnya yang kami lakukan," tambahnya.
Berikut video lengkap pengakuan Eran dari kanal YouTube Cordova Media:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang