Rumah Warga Jakarta yang Mudik Saat Lebaran Akan Ditempeli Stiker Isoman

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Mei 2021 16:01
Rumah Warga Jakarta yang Mudik Saat Lebaran Akan Ditempeli Stiker Isoman
Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 akibat pemudik.

Dream - Guna mencegah peningkatan kasus Covid-19 usai masa libur Lebaran 2021, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta mengambil tindakan cepat. Satgas akan memasang stiker isolasi mandiri pada rumah warga yang diketahui tetap mudik di masa larangan berjalan pada 6-17 Mei 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan pemasangan stiker dilakukan pada tempat yang ditetapkan sebagai lokasi isolasi mandiri. Sehingga diharapkan para pemudik dapat menjalankannya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

" Kami sudah ada inovasi juga menempelkan stiker di depan rumahnya apakah ini isolasi mandiri," ujar Yusri, dikutip dari Liputan6.com.

Yusri mengatakan warga yang baru pulang dari mudik mendapat perhatian khusus dari Gugus Tugas Provinsi DKI Jakarta. Dia menegaskan para pemudik harus memastikan dirinya tidak tertular Covid-19 dibuktikan dengan surat bebas Covid-19.

Surat tersebut harus dapat ditunjukkan oleh para pemudik saat kembali ke rumahnya di Jakarta. Cara ini semata untuk melindungi masyarakat lain bahaya penularan Covid-19.

" Kita mengharapkan warga Jakarta mematuhi protokol kesehatan, dalam hal ini 5M, sementara kami sebagai petugasnya akan melaksanakan kegiatan 3T, testing, tracing, dan treatment," kata dia.

1 dari 3 halaman

Butuh Peran Masyarakat

Yusri juga mengatakan dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengawasi lingkungannya. Diharapkan masyarakat dapat memberikan informasi apabila ada tetangganya yang mudik belum melakukan swab antigen.

" Ada yang warga lain yang mengetahui warganya pulang mudik dan belum melakukan swab, silakan dilaporkan ke gugus tugas di tingkat komunitas atau mikro, kami akan menjemput ke sana untuk lakukan swab," kata dia.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya telah memeriksa kesiapan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Ini guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai libur Idul Fitri 2021.

" Kami cek langsung di beberapa tower yang ada untuk warga-warga DKI Jakarta yang dinyatakan reaktif pada saat dilakukan pemeriksaan swab," kata Yusri.

2 dari 3 halaman

Ramai-ramai Menolak Pemudik Balik Tanpa Swab Antigen

Dream - Aksi para pemudik nekat ternyata memicu reaksi di sejumlah kawasan di Jabodetabek. Masyarakat beramai-ramai menolak kedatangan pemudik yang kembali jika tidak bisa menunjukkan hasil negatif tes swab PCR atau rapid antigen.

Spanduk penolakan bertebaran di sejumlah titik di Ibu Kota. Lewat spanduk tersebut, masyarakat meminta para pemudik menunjukkan hasil tes jika ingin kembali ke lingkungan mereka di perantauan.

Seperti spanduk yang terpajang di Jalan Kartini dan Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat. " Kami warga Kartini menolak pemudik tanpa rapid," demikian isi spanduk tersebut.

Kapolsek Sawah Besar, Ajun Komisaris Polisi Maulana Mukaron, mengatakan spanduk dipasang sendiri oleh masyarakat sekitar. Menurut dia, masyarakat tidak ingin terjadi lonjakan Covid-19 di lingkungannya akibat kedatangan pemudik.

" Pemasangan spanduk oleh masyarakat," ujar Maulana.

 

3 dari 3 halaman

Tak Ingin Tertular Covid-19

Dia pun mengapresiasi langkah masyarakat dalam mendukung upaya Pemerintah menekan terjadinya lonjakan Covid-19. " Ini demi warga Jakarta Pusat khususnya Sawah Besar sehat, terbebas dari Covid-19," kata dia.

Spanduk senada juga terpajang di Jakarta Barat. Salah satunya di Kompleks DPA RT 02/02 Kelurahan Kemanggisan, Palmerah.

Spanduk penolakan pemudik pulang tanpa tes antigen© Liputan6.com

" Kami warga Kemanggisan mau bebas Corona agar pemudik swab antigen," demikian isi spanduk tersebut.

Kapolsek Palmerah, Komisaris Agus Widartono, membenarkan hal tersebut. Dia pun memberikan apresiasi atas upaya masyarakat yang aktif dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 paska-masa mudik Lebaran 2021.

" Imbauan kepada pemudik Lebaran kami harapkan bisa dipatuhi oleh pemudik," kata Agus.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar