Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Tanpa Awak (www.atlanticsentinel.com)
Dream - Iran mengklaim telah menembak jatuh drone atau pesawat tanpa awak milik Israel. Pesawat mata-mata itu diduga tengah mengintai kegiatan di situs pengayaan nuklir Natanz milik Iran pada hari Minggu kemarin.
" Pesawat mata-mata tanpa awak milik rezim Zionis telah dijatuhkan dengan sebuah rudal. Pesawat mata-mata ini mencoba mendekati zona nuklir Natanz," demikian pernyataan garda Revolusi dilansir Al Arabiya, Senin 25 Agustus 2014.
Israel dan negara-negara Barat memang mencurigai Negeri Para Mullah itu tengah memperkaya uranium untuk senjata nuklir. Namun demikian, berita tertembaknya pesawat siluman tersebut tak mendapat tanggapan dari militer Israel.
Sejauh ini, negara-negara Barat memilih menggunakan jalur dialog untuk menghentikan program nuklir Iran yang mereka curigai untuk membuat bom nuklir itu. Namun, Israel menolak pendekatan damai ini.
Pada Jumat pekan lalu, Perdana Menteri Israel, benjamin Netanyahu, bahkan mengatakan opsi militer merupakan satu-satunya cara yang tepat untuk membatasi program nuklir Iran. Atau bahkan, jika mungkin, menghentikan program yang dinilai membahayakan tersebut.
Dengan kondisi seperti itu, para analis menduga Israel ingin menggagalkan perundingan nuklir di Jenewa itu dengan mengirim pesawat mata-mata tanpa awak ini. " Ini akan snagat menyulitkan pembicaraan apapun di Jenewa," kata George Joffe, seorang peneliti pada Pusat Studi Internasional Universitas Cambridge.
" Alasannya adalah: Israel bukanlah pihak yang tidak terlibat langsung dari negosiasi itu dan oleh karena itu, keputusan untuk mengirim pesawat tanpa awak ke Natanz akan dipandang sebagai provokasi langsung yang dirancang untuk membuat pembicaraan gagal," tambah Joffe. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya