China Kembali Hukum Mati 8 Muslim Uighur

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 26 Agustus 2014 06:00
China Kembali Hukum Mati 8 Muslim Uighur
Mereka dituduh menjadi 'dalang' dari kecelakaan mobil yang dramatis di Lapangan Tiananmen, Beijing pada 2013.

Dream - Pemerintah China dilaporkan telah menjatuhkan hukuman mati kepada delapan muslim Uighur dari Xinjiang. Mereka dituduh menjadi 'dalang' dari kecelakaan mobil yang dramatis di Lapangan Tiananmen, Beijing pada 2013.

" Para pengacara, untuk mencapai tujuan-tujuan politik, membawa mereka untuk menerima tuduhan dari pemerintah China dan menyeret mereka ke dalam penyebab masalah ini," kata Dilxat Raxit, juru bicara aktivis Uighur di pengasingan, Kongres Uighur Dunia, kepada Reuters dalam sebuah email dikutip Onislam.net, Selasa 25 Agustus 2014.

" Ini adalah kasus hukum untuk melayani kepentingan politik China."

Dilxat Raxit menambahkan mereka yang dieksekusi telah membayar harga yang mahal tapi akar penyebab masalah sedang diabaikan.

Tiga orang Uighur dieksekusi karena dituduh 'mendalangi' serangan Oktober 2013 di jantung ibukota China, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

Sebuah laporan dari China Central Television (CCTV) menunjukkan gambar polisi menuju pengadilan, dan mempertanyakan orang-orang yang telah dieksekusi. Video itu juga menunjukkan rekaman serangan, saat sebuah mobil dikemudikan menuju lapangan Tiananmen.

Beberapa dari orang yang dieksekusi disalahkan atas serangan di kota Kashgar, prefektur Aksu dan kota Hotan, Xinhua menambahkan.

Muslim Uighur menolak tuduhan pemerintah China bahwa kelompok pejuang Uighur adalah bagian dari serangan teroris ke Lapangan Tiananmen. Tuduhan itu dianggap sebagai alasan untuk melegalkan tindakan represif pemerintah China terhadap minoritas Uighur.

Juni lalu, 13 Muslim Uighur dijatuhi hukuman mati atas tuduhan terlibat dalam serangan teroris di Xinjiang dan Lapangan Tiananmen Beijing.

Sejak 2001, China telah melakukan tindakan keras keamanan menyapu di Xinjiang, lanjut menindas budaya Uighur, tradisi keagamaan dan bahasa.

Xinjiang telah menjadi tempat berbagai insiden kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir, dengan yang paling penting pada Juli 2009 yang menewaskan hampir 200 orang tewas.

Pihak berwenang China telah dihukum sekitar 200 orang, sebagian besar warga Uighur, atas kerusuhan dan dijatuhi hukuman 26 dari mereka sampai mati.

Muslim Uighur adalah minoritas berbahasa Turki berjumlah 8 juta jiwa di wilayah Xinjiang barat laut. Xinjiang, yang para aktivis menyebutnya Turkestan Timur, telah otonom sejak 1955. Namun Xinjiang terus mengalami tindakan represif besar-besaran oleh pemerintah China.

Pemerintah China berdalih memerangi terorisme dengan melakukan tindakan represif secara keagamaan terhadap minoritas muslim Uighur.

Xinjiang terus menjadi tempat berbagai insiden kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk kerusuhan pada Juli 2009 yang menewaskan hampir 200 orang.

China telah menghukum sekitar 200 orang, sebagian besar muslim Uighur, dengan tuduhan kerusuhan. 26 dari mereka dijatuhi hukuman mati.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak