Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
International Jewish Anti-Zionist Network Melakukan Unjuk Rasa Di AS (BBC)
Dream - Serangan membabi buta pasukan Israel ke Jalur Gaza sejak 8 Juli lalu mendapat kritik pedas dari sebagian besar masyarakat dunia. Salah satunya adalah dari ratusan mantan korban Holocaust yang selamat dan keturunannya.
Mereka berdemo dengan aksi tanda tangan di atas surat yang dijadikan iklan di New York Times edisi Sabtu kemarin.
Dalam surat yang dibuat oleh International Jewish Anti-Zionist Network itu, mereka mengutuk " pembantaian" warga Palestina di Jalur Gaza dan menyerukan boikot total terhadap Israel.
" Sebagai korban dari genosida Nazi, kami dengan tegas mengutuk pembantaian warga Palestina di Gaza dan pendudukan berkelanjutan dan kolonisasi Palestina yang bersejarah," demikian pernyataan demo yang dikutip kantor BBC.
" Kami lebih mengutuk Amerika Serikat yang menyediakan dana bagi Israel untuk melaksanakan serangan, dan negara-negara Barat pada umumnya yang menggunakan diplomatik mereka untuk melindungi Israel dari hukuman."
Dalam surat yang telah mendapat 327 tanda tangan dukungan itu, mereka juga mengutuk " perlakuan tak manusiawi dan rasis terhadap warga Palestina dalam masyarakat Israel yang telah mencapai puncaknya" .
Iklan surat itu dibuat untuk menanggapi iklan yang ditulis oleh pemenang hadiah Nobel Elie Wiesel. Dalam iklan surat yang diterbitkan dalam banyak surat kabar itu, Wiesel menuduh Hamas " mengorbankan anak-anak" dan berperilaku seperti Nazi.
" Kami jijik dan marah terhadap Elie Wiesel yang menyalahgunakan sejarah kami untuk membenarkan yang tidak benar, yaitu upaya besar-besaran Israel untuk menghancurkan Gaza dan pembunuhan lebih dari 2.000 warga Palestina, termasuk ratusan anak-anak," bunyi surat itu.
" Tidak ada yang bisa membenarkan pengeboman penampungan pengungsi PBB, rumah, rumah sakit dan universitas. Tidak ada yang bisa membenarkan perampasan listrik dan air dari orang-orang."
Surat itu juga menyalahkan Amerika Serikat karena membantu Israel dalam perang di Gaza. Juga Barat yang melindungi Israel dari hukuman kejahatan perang. " Genosida dimulai dengan kebisuan dunia," lanjut surat itu.
Tidak hanya itu, International Jewish Anti-Zionist Network juga menyerukan blokade Gaza dicabut dan boikot ekonomi, budaya serta akademi Israel.
" Kita harus menyatukan suara dan menggunakan kekuatan kolektif kita untuk mengakhiri semua bentuk rasisme, termasuk genosida rakyat Palestina."
" Kami menyerukan segera diakhirinya pengepungan dan blokade terhadap Gaza. Kami menyerukan boikot ekonomi, budaya dan akademis penuh terhadap Israel."
Israel meluncurkan serangan udara tanpa henti terhadap Gaza sejak 8 Juli di mana lebih dari 2.000 warga telah tewas dan ribuan terluka. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya