Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Bagi Ayesha Siddiqa, 29 tahun, Ramadhan memiliki pesona tersendiri. Bulan suci bagi umat Islam ini telah mengubah hidupnya.
Dia mengenal Islam dan menjadi mualaf setelah belajar berpuasa Ramadhan.
Kisah hidup Ayesha bermula ketika Ramadan tahun 2013 lalu. Ayesha yang berpindah dari India ke Uni Emirat Arab (UEA) ingin merasakan puasa Ramadhan.
Keinginan ini muncul karena Ayeesha melihat beberapa kawannya menjalankan ibadah puasa. Dia lalu mencoba rasanya puasa bersama dengan beberapa temannya.
" Ramadhan sangat spesial bagi saya karena ini adalah hal pertama yang menarik saya mempelajari Islam. Saya tinggal di sini bersama teman-teman saya dan saat Ramadhan tiba, saya melihat mereka sahur, puasa sepanjang hari, berdoa, dan berbuka bersama di waktu senja. Saya tertarik dan kemudian memutuskan untuk berpuasa dengan mereka," kata Ayesha, dikutip dari laman Khaleej Times.

Sejak perkenalan di bulan Ramadhan itu, cinta Ayesha kepada Islam mulai tumbuh. Dia menyebut perkenalan itu sebagai titik balik.
" Cinta untuk Islam berakar di hati saya selama bulan suci ini empat tahun yang lalu. Meskipun saya memulai berpuasa bukan sebagai pemeluk Islam. Kini merupakan Ramadhan ketiga saya sebagai seorang Muslim, Alhamdulillah," ucap dia bersyukur
Perubahan pertama yang Ayesha rasakan setelah memeluk Islam adalah gaya pakaiannya. Dia mengatakan sejak pertama kali mengenal Islam, dia mengenakan pakaian tertutup dan sopan.
Selama mempelajari Islam, ada kisah menarik yang didapatkan Ayesha. Saat Lebaran tiba, dia mempraktikan gerakan sholat.
" Kesalahan pertama saya ialah tidak tahu apa yang akan dibaca di dalamnya," ucap dia.
Ayesha mengatakan dia telah menjadi orang yang jauh lebih disiplin setelah Ramadhan pertamanya.
" Saya belajar nilai berbagi, merawat orang lain, disiplin waktu selama Bulan Suci."
Setelah Ramadhan selesai, Ayesha mulai membaca dan belajar lebih banyak tentang Islam. Dua bulan setelahnya, Ayesha memeluk Islam.
Kini prioritas utama Ayesha adalah terus mempelajari Islam. Dia mengatakan akan memperbanyak amalan setiap Ramadhan datang.
" Percayalah, bulan suci Ramadhan adalah bulan di saat doa-doa Anda dijawab. Dahulu saya meminta Tuhan untuk menormalkan hubungan saya dengan keluarga di India. Di lain waktu, saya meminta kepada Allah untuk seorang suami Muslim yang taat dan Alhamdulillah, saya mendapatkannya."
Kini Ayesha telah menikahi pria Pakistan, Mohammed Umer. Mereka merencanakan pernikahan beberapa bulan sebelum Ramadan datang. Ayesha menolak perbedaan visi politik India dan Pakistan yang kerap memanas.
" Muslim adalah Muslim di manapun di seluruh dunia."
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya