Lafal Niat Zakat Fitrah, Lengkap Keutamaan & Orang yang Berhak Menerimanya

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 5 Mei 2021 08:05
Lafal Niat Zakat Fitrah, Lengkap Keutamaan & Orang yang Berhak Menerimanya
Berikut lafal niat zakat fitrah lengkap

Dream - Salah satu kewajiban sebagai seorang Muslim adalah membayar zakat fitrah. Kewajiban itu memang merupakan rukun Islam yang ke empat.

Pengertian zakat fitrah adalah zakat yang berguna untuk membersihkan harta dan sebagai pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadan. Tanpa zakat fitrah, puasa Ramadan kita tidak terlengkapi.

Besar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah berupa 2,5 kg beras atau jagung, gandum atau makanan pokok lainnya.

Sementara untuk waktunya, zakat fitrah harus dilakukan pada awal atau pertengahan bulan Ramadan, hingga akhir Ramadan, tepatnya sebelum sholat Idul Fitri.

Adapun ketika membayar zakat fitrah, tentu kita perlu membaca niat sebagai syarat sah sebuah ibadah. Berikut bacaan niat zakat fitrah di bulan Ramadan yang dikutip dari berbagai sumber:

1 dari 6 halaman

Niat Zakat Fitrah

Baca Doa Ini Ketika Membayar Zakat Fitrah© MEN

Dilansir dari NU Online, pengertian niat adalah i'tikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Sebenarnya niat adalah urusan hati, namun melafalkannya (talaffudh) dianjurkan sebab akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan i'tikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri:

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘an Nafsi Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2 dari 6 halaman

Niat Zakat untuk Istri dan Anak

Berikut niat zakat fitrah untuk Istri, yang dilakukan oleh suami:

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘An Zaujati Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Jika seorang ayah masih menanggung anak laki-laki, berikut doa yang dilafalkan:

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘An Waladi (.....) Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ... (sebutkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

Jika seorang ayah, masih menanggung anak perempuan, berikut doa yang dilafalkan:

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘An Binti (.....) Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ... (sebutkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

3 dari 6 halaman

Niat Zakat Fitrah untuk Semua Anggota Keluarga dan Diri sendiri

Zakat Fitrah untuk Anggota Keluarga© Pexels.com

Berikut niat zakat fitrah yang dilakukan oleh seseorang yang juga menanggung zakat fitrah anggota keluarganya:

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-fitri Anni Wa An Jami’i Ma Yalzimuniy Nafaqatuhum Syar’an Fardhan Lillahi Ta’ala

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.” 

Adapun, jika seseorang membayarkan zakat untuk orang lain yang diwakilkan, berikut niatnya:

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-Fitri ‘an (……) Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ... (sebutkan nama spesifik), fardhu  karena Allah Taala.” 

4 dari 6 halaman

Keutamaan Zakat Fitrah

Selain mengetahui niat zakat fitrah, kita juga perlu mengetahui keutamaan zakat fitrah agar semakin mantap menjunaikannya. Membayar zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Hal itu sering dianggap sebagai salah satu bentuk amal yang paling penting dan dari sudut pandang ekonomi, zakat telah terbukti menjadi cara ideal di mana kesetaraan ekonomi dapat dipertahankan dalam masyarakat.

Berikut lima keutamaan zakat yang wajib diketahui umat Muslim:

Menyempurnakan Iman

Berzakat kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu pilar agama Islam. Setiap muslim pasti berusaha melaksanakan amalan ini dengan tujuan melengkapi kewajiban yang diamanatkan agamanya.

Menghapus Dosa

Berbuat kebaikan dapat menambah pahala dan mengurangi dosa kita, atau bahkan menghapusnya.

Rasulullah SAW bersabda,

" Amal memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasaai).

Membersihkan Hati dan Diri

Dengan membayar zakat, muslim telah masuk ke dalam kelompok orang dermawan dan memisahkan diri dari kelompok orang-orang kikir.

Alasannya, jika seseorang sudah terbiasa memberi dalam bentuk apapun, seperti pengetahuan, uang, atau kebaikan, dirinya akan merasa lebih lengkap ketika telah memberikan sesuatu yang berarti untuk orang lain

Menjaga Kesetaraan

Berzakat membantu untuk menjaga kesetaraan antara si miskin dan si kaya agar tidak semakin senjang. Ketika seluruh masyarakat memanfaatkan ini, konflik kelas dapat dikurangi untuk menjaga keseimbangan.

Zakat Memberi Lebih

Dengan mengeluarkan zakat, seseorang diyakini akan mendapatkan rezeki lebih. Zakat berarti proliferasi, atau pertumbuhan. Jadi ketika kamu memberikan zakat, maka penghasilan kamu akan meningkat.

5 dari 6 halaman

Membantu Orang Lain

Selain itu, dengan membayar zakat menjadi kesempatan emas untuk dapat membantu sesama.

Bagi umat Islam yang dapat memenuhi kewajibannya ini, akan mendapatkan kehormatan besar dan terhitung sebagai perbuatan mulia. Karena membayar zakat akan sangat membantu mereka yang membutuhkan.

Meningkatkan Kedekatan dengan Allah SWT

Dapat membayar zakat fitrah adalah sebuah rahmat dan berkah dari Allah SWT. Mengeluarkan zakat tidak akan membuat rugi apapun. Semakin banyak memberi, maka akan semakin banyak pula nikmat yang Allah berikan.

Membayar zakat fitrah juga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Dua malaikat turun setiap pagi. Yang satu berkata: ‘Ya Allah, berikan orang yang mengeluarkan sesuatu, sebagai ganti dari apa yang ia keluarkan. Dan yang lainnya berkata:‘ Ya Allah, berikan penghancuran kepada orang-orang yang kikir.” (Hadist Riwayat: Al-Bukhari)

Apapun yang kamu keluarkan sebagai amal, akan kembali kepadamu. Setiap kali kamu mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan, kamu akan semakin dekat dengan Allah SWT.

 

6 dari 6 halaman

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Tak hanya mengetahui niat zakat fitrah saja, dalam hal penyalurannya, Sahabat Dream juga perlu mengetahui golongan mana saja yang berhak menerima zakat tersebut. Terdapat delapan golongan orang yang berhak menerima zakat, yaitu sebagai berikut:

Fuqara'

Diterjemahkan sebagai' miskin 'atau' miskin ', orang - orang ini memiliki sejumlah uang, tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Al-Masaakiin

Diterjemahkan sebagai 'orang miskin', mereka adalah orang-orang yang sangat miskin yang tidak memiliki kekayaan sama sekali, dan perlu meminta makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi orang lain. 

'Amil Zakat

Ini adalah orang-orang yang ditunjuk oleh Kepala Negara Islam atau Pemerintah untuk mengumpulkan Zakat. Otoritas memberi mereka bayaran untuk pekerjaan mereka, yang meliputi pengumpulan, pencatatan, penjagaan, pembagian, dan distribusi zakat.

Mu'allaf

Ini adalah orang-orang yang baru saja menjadi Muslim, atau mereka yang keadaannya begitu putus asa mereka takut beralih ke kejahatan jika mereka tidak membantu.

Ar-Riqaab

Ini adalah budak yang tuannya telah setuju untuk membebaskan mereka dengan pembayaran dalam jumlah tetap. Zakat dapat digunakan untuk membeli kebebasan mereka.

Ibnus-Sabiil

Diterjemahkan sebagai 'musafir', ini adalah para pelancong yang terdampar di tanah asing yang membutuhkan uang. Orang-orang ini dapat menerima Zakat jika tujuan untuk bepergian adalah sah.

Al Ghaarimiin

Ini adalah para pengutang, orang-orang yang terbebani oleh hutang karena kebutuhan pribadi atau kebutuhan sosial. Orang-orang ini diberikan Zakat jika mereka tidak memiliki cukup uang di luar kebutuhan dasar mereka untuk membayar hutang. Bantuan juga diberikan kepada mereka yang mungkin telah mendapatkan hutang sebagai akibat dari kewajiban sosial seperti mendukung anak yatim atau merenovasi sekolah. Adalah bersyarat bahwa hutang tidak diciptakan untuk tujuan yang tidak Islami atau berdosa.

Fi Sabiilillah

Ini adalah orang-orang yang jauh dari rumah karena di jalan Allah. Mereka yang Jihad, mereka yang mencari ilmu atau terdampar dalam haji, dapat dibantu dengan Zakat saat membutuhkan.

Beri Komentar