Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Hoaks Sampoerna Tarik Dan Musnahkan Rokok Akibat Covid-19 (Liputan6.com)
Dream - Viral kabar menyebut PT HM Sampoerna Tbk akan menarik dan menghancurkan produk rokok yang sudah beredar. Pemicunya, ada 2 karyawan perusahaan rokok tersebut yang meninggal akibat positif terkena Covid-19.
Kabar tentang PT HM Sampoerna Tbk yang memutuskan membakar produk rokoknya karena kasus corona Covid-19 disebarkan oleh akun Facebook Rangga Lawe pada 3 Mei 2020.
Akun tersebut mengunggah narasi bahwa PT HM Sampoerna akan memusnahkan rokok keluaran 25 Maret hingga 30 April 2020.
"Warning.. Pesan untuk para perokok
Pengeluaran rokok ekspedisi tgl 25 maret 2020 sampe 30 april 2020 akan ditarik pihak terkait untuk dimusnahkan, diantaranya product hm.sampoerna : djisamsoe, sampoerna mild, sampoerna keretek, magnum. https://jatim.suara.com/read/2020/04/30/045445/500-karyawan-hm-sampoerna-diduga-terpapar-corona-2-meninggalYang merokok agar berhati2....," tulis akun Facebook Rangga Lawe.
Konten yang diunggah akun Facebook Rangga Lawe telah 8 kali dibagikan dan mendapat beberapa komentar dari warganet.
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang PT HM Sampoerna yang akan memusnakah produk rokoknya karena kasus corona Covid-19.
Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita. Dia mengatakan bahwa informasi yang sudah beredar luas tersebut tidaklah benar.
"Informasi itu tidak benar," kata Elvira kepada Liputan6.com, Senin 4 Mei 2020.
Menurut Elvira, pihaknya tetap berkomitmen pada kualitas dan integritas produk rokok PT HM Sampoerna Tbk dengan meningkatkan penerapan protokol kesehatan dan sanitasi di seluruh fasilitas pabrik, gudang, serta rantai pasokan.
Protokol kesehatan juga sudah diterapkan sejak Maret 2020 lalu. Di antaranya menyediakan dan masker dan hand sanitizer kepada seluruh karyawan dan membatasi akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan.
"Selain itu kami juga melakukan karantina produk selama 5 (lima) hari sebelum pendistribusian, yaitu jangka waktu karantina yang lebih lama dari anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control)," tambah Elvira.
Kabar tentang PT HM Sampoerna Tbk yang akan membakar produk rokoknya karena kasus corona Covid-19 ternyata tidak benar. Narasi yang disebarkan akun Facebook Rangga Lawe tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Sumber: Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim
Dream – Sampoerna memastikan produk tembakaunya tidak terpapar virus Covid-19. Tanggapan ini diberikan seiring dengan maraknya informasi simpang siur di media sosial tentang produknya setelah pemberitaan ada karyawannya yang meninggal dunia akibat virus corona.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 1 Mei 2020, Direktur Sampoerna, Elvira Lianita mengatakan, perusahaannya melakukan karantina produk selama lima hari sebelum mendistribusikannya hingga ke konsumen tingkat akhir. Masa karantina selama lima hari ini lebih lama ketimbang rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menurut kedua lembaga otoritas kesehatan internasional tersebut, COVID-19 mampu bertahan hidup paling lama 72 jam atau tiga hari di atas permukaan plastik dan besi baja. Sementara pada permukaan tembaga dan kardus, daya tahan virus tersebut, masing-masing, empat jam dan 24 jam.
"Kami berkomitmen menjaga kualitas terbaik dan integritas merek atas produk-produk kami," kata Elvira di Jakarta.
Tak hanya itu, Elvira juga mengatakan bahwa Sampoerna menerapkan praktik protokol kesehatan yang ketat di seluruh area dan fasilitas produksi yang bertujuan melindungi karyawannya.
Hal tersebut, misalnya, membatasi akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan, melakukan pengecekan temperatur tubuh ketika karyawan memasuki area kantor/produksi, dan meningkatkan protokol kebersihan dan sanitasi.
Selanjutnya, Sampoerna juga menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan perlindungan diri seperti masker dan hand-sanitizer, serta menerapkan pembatasan fisik di seluruh area produksi dan fasilitas produksi, seperti kantin, tempat ibadah, serta transportasi karyawan yang disediakan perusahaan.
Semua hal ini dilakukan di enam fasilitas produksi Sampoerna yang tersebar di Surabaya, Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Karawang.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan