Israel Tutup Paksa Masjid Palestina Saat Hari Raya Yahudi

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 26 Agustus 2014 11:15
Israel Tutup Paksa Masjid Palestina Saat Hari Raya Yahudi
Israel menutup paksa Masjid Ibrahimi di Hebron. Kaum muslim ini dipaksa tak melakukan aktivitas karena saat itu menjelang hari besar umat Yahudi.

Dream - Kekerasan Israel terhadap warga Palestina tak hanya terjadi di Jalur Gaza. Pemerintah zionis juga bertindak sewenang-wenang kepada kaum muslim di Hebron, wilayah lain di Palestina.

Dikutip Dream dari laman Maan News, Selasa 26 Agustus 2014, pada hari Minggu pekan lalu Israel menutup paksa Masjid Ibrahimi. Tempat ibadah kaum muslim ini dipaksa tak melakukan aktivitas karena saat itu menjelang hari besar umat Yahudi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu, Kementerian Wakaf Palestina menuliskan bahwa kepala penjaga Masjid Ibrahumi menyatakan tempat ibadah itu benar-benar ditutup bagi penduduk yang akan melaksanakan aktivitas agama dan lainnya. Sebab, penduduk Yahudi akan melaksanakan ritual agama dalam rangka menyambut awal bulan Ibrani, Elul.

Hebron memang menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami ketegangan karena tedapat sekitar 500 warga Israel di Kota Tua. Kebanyakan warga Israel itu secara ilegal menghuni rumah-rumah penduduk asli Palestina. Mereka menempati rumah-rumah itu setelah para penduduk asli diusir. Warga Israel bisa hidup aman di rumah rampasan itu karena dilindungi oleh tentara.

Bukan kali ini saja Israel melakukan pelarangan di Masjid Ibrahimi. Tepat dua puluh tahun silam, pasukan Zionis menembaki umat Muslim yang tengah berdoa di dalam masjid. Saat itu, 29 orang dilaporkan tewas, 100 lainnya mengalami luka-luka.

Pada 1997, sebuah kesepakatan membagi Hebron menjadi dua wilayah, yang masing-masing dikuasai Palestina dan Israel. Zona H2 dikontrol oleh Israel, termasuk Kota Tua, yang menjadi lokasi berdiri Masjid Ibrahimi. Lebih dari 500 ribu warga Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Palestina menyebut pendudukan ini melanggar hukum internasional.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya