Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sekretariat Negara bakal belanja mobil baru dengan anggaran mencapai Rp8,3 miliar. Belanja ini dipenuhi melalui lelang terbuka untuk tahun anggaran 2022.
Dari data lpse.kemenkeu.go.id, lelang terbuka itu terregistrasi dengan kode 35735011 tentang Tender Pengadaan Kendaraan Bermotor Tahun Anggaran 2022. Anggaran diambilkan dari APBN.
Nilai pagu yang ditetapkan sebesar Rp8.357.765.500 sistem paket. Sedangkan harga perkiraan sendiri (HPS) ditaksir Rp8.315.976.200.
Lelang dibuka pada 7 Januari 2022. Sedangkan saat ini lelang sudah dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Presiden satuan kerja Istana Kepresidenan.
Lelang tersebut dimenangkan PT Satria Internusa Perkasa yang beralamat di Poin Mas Raya No. 42B RT/RW 003/010, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Harga yang ditawarkan sebesar Rp7.998.100.000 dengan harga terkoremsi Rp7.998.100.000.
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyatakan lelang tersebut sudah direncanakan sejak 2018. Tujuan pengadaan itu untuk kebutuhan kendaraan bagi tamu negara.
" Pengadaan kendaraan ini adalah untuk kegiatan kenegaraan dan tamu-tamu negara," kata Heru.
Heru mengatakan lelang tersebut sudah dikaji dan proses penyusunannya dikerjakan bersama Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden. Disepakati pula pengadaan dilakukan secara bertahap mulai 2019 hingga 2024.
" Ini dikarenakan keterbatasan pagu yang dialokasikan oleh Kementerian Keuangan sehingga prosesnya dilakukan secara bertahap," terang Heru.
Lebih lanjut, Heru menyatakan Istana berupaya melaksanakan pengadaan secara efektif dan akuntabel serta transparan.
" Tentunya kami menerima dan mempertimbangkan masukan apabila anggaran ini direalokasikan untuk kepentingan yang lebih prioritas," kata Heru, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya