Otak Pembunuh Suami dan Anak Tiri Itu Terinspirasi Sinetron

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 September 2019 18:23
Otak Pembunuh Suami dan Anak Tiri Itu Terinspirasi Sinetron
Aulia Kesuma alias AK ingin bakar mobil lalu, mendorongnya ke jurang.

Dream - Sosok Aulia Kesuma alias AK, tersangka pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana, menjelaskan ide membakar mobil dan menjatuhkannya ke jurang.

Tak diduga, ide pembunuhan yang diduga direncanakan itu muncul karena sering menonton sinetron.

" Kita itu ya, mungkin karena kebanyakan nonton sinetron atau bagaimana, kita tadinya berpikir gini loh. Kita tidak berpikir sampai meledak sampai Kalvin luka bakar kan. Jadi kita maunya api kecil nyala setelah itu mobilnya kita dorong ke jurang," kata Aulia seperti dilansirMerdeka.com, Selasa, 3 September 2019.

Aulia bercerita, skenario awal pembunuhan itu sebetulnya direncanakan di garasi mobil di rumahnya, Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

" Jadi gini loh pertama ceritanya, manusia kan punya rencana tapi Allah berkehendak lain. Tadinya saya punya rencana untuk menghilangkan jejak itu seolah-olah Pak Edi sama Dana mau pergi dari garasi," ucap dia.  

1 dari 5 halaman

Membakar Garasi

Aulia ingin mengesankan Edi dan Pradana tak tahu tangki Calya miliknya bocor. Saat Edi menyalakan rokok, dalam gambaran AK, mobil itu terbakar.

" Saya tahu persis begitu garasi kebakar otomatis pemadam akan segera datang. Jadi saya tidak pernah terbesit untuk membakar satu rumah, tapi garasi yang ada mobilnya," ucap dia.

Tapi, skenario tersebut diurungkan.

" Jadi saya bukan berarti Dana sama Pak Edi itu harus gosong, tapi hanya luka bakar, dan maksudnya menghilangkan sidik jari, ya intinya itu saja sih membuat suatu ceritanya seperti itu jadi bukan sengaja untuk dibakar," kata dia.

2 dari 5 halaman

Curahan Hati Otak Pembunuhan Suami dan Anak Tiri

Dream - Aulia Kesuma, perempuan yang jadi otak pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana angkat bicara. Aulia membeberalasan mengapa menghabisi dua orang itu.

Aulia mengatakan, sudah tak kuat lagi hidup dalam lilitan utang. Saat itu, kondisi keuangannya habis.

Sang suami, kata dia, tak mau membantu melunasi utangnya. Bahkan, lanjut Aulia, Pupung enggan menjual dua rumah miliknya untuk melunasi utang.

Aulia mengaku sempat kehilangan arah dan bingung melanjutkan hidupnya.

" Ya itu sejak waktu Lebaran saya sudah gak kuat, karena itu uang sudah benar-benar habis. Jadi, sisa uang Danamon itu Pak Edi ngerasa, saya masih ada," ujar Aulia seperti dilansir Pojoksatu.id, Selasa, 3 September 2019.

3 dari 5 halaman

Bukan Aulia yang Berhutang

Foto AK Tersangka Pembunuhan Sadis di Polda Metro Jaya© DREAM.CO.ID

Aulia sebetulnya sudah pernah bercerita soal rumitnya hubungan rumah tangganya ke salah satu keponakan Edi di Bandung.

Dalam curhatannya, Aulia mengaku tak pernah foya-foya selama hidup bersama Edi. Dia menampik utang menumpuk karena gaya hidupnya yang glamor.

Justru, utang muncul karena keinginan Edi membuat usaha restoran. Edi tak bisa meminjam uang ke bank karena namanya sudah buruk di mata bank.

Menggunakan nama Aulia, Edi alias Pupung akhirnya bisa meminjam uang. Tapi, usaha restoran itu tak berjalan mulus.

4 dari 5 halaman

Sang Suami Tak Mau Bantu Bayar Utang

Foto AK Tersangka Pembunuhan Sadis di Polda Metro Jaya© MEN

Edi lantas tak mau membantu AK membayar utang. Edi minta Aulia bisa menyelesaikannya sendiri.

" Saya sebenarnya nggak nuntut banyak, selama saya nikah dengan Pak Edi, bolehlah nanti dibuktikan sama orang-orang yang pernah ikut, pernah nggak saya sekali berfoya-foya, beli perhiasan, beli baju mahal-mahal, pernah beli sepatu mahal-mahal, pernah gak?” ujar dia.

Akhirnya, lanjut Aulia, ide membunuh ini pun diceritakannya ke asisten rumah tangganya (ART). Aulia merasa dia senasib lantaran ART-nya itu kerap diperlakukan macam binatang.

5 dari 5 halaman

Santet Tak Mempan

Foto AK Tersangka Pembunuhan Sadis di Polda Metro Jaya© DREAM.CO.ID

Awalnya, Aulia ingin Edi dibunuh dengan cara santet, namun cara ini gagal. Sehingga, dia memilih membunuh Edi dengan cara tak biasa.

Cara itu dia lakukan karena sudah jatuh tempo pelunasan utang dari bank. Sebab, jika tidak dibayar aset berupa dua rumah Edi akan disita.

“ Karena saya sudah terkejar waktu banget, karena kalau Pak Edi tahu rumahnya bakal disita, itu bener-bener marah,” jelas AK. (ism, sumber: Pojoksatu)

Beri Komentar